RADAR BOGOR - Memasuki bulan suci Ramadhan, kabar menggembirakan datang bagi jutaan masyarakat.
Pemerintah melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia memastikan adanya bantuan sosial (bansos) tambahan khusus Ramadhan yang siap disalurkan dalam waktu dekat.
Bantuan ini menjadi stimulus penting untuk menjaga daya beli masyarakat berpenghasilan rendah sekaligus membantu memenuhi kebutuhan pokok selama bulan puasa.
Program stimulus Ramadhan tersebut terdiri dari bantuan bahan pangan pokok berupa beras dan minyak goreng.
Dilansir dari kanal YouTube Pendamping Sosial, setiap penerima dijadwalkan memperoleh 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan.
Namun menariknya, penyaluran kali ini dilakukan sekaligus untuk dua bulan.
Artinya, masyarakat akan menerima total 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng dalam satu kali pencairan.
Jumlah penerima bantuan ini sangat besar, mencapai sekitar 35 juta orang di seluruh Indonesia.
Angka tersebut hampir setara dengan jumlah penerima bantuan sosial besar pada akhir tahun 2025.
Karena kuotanya luas, peluang menerima bantuan tidak hanya terbuka bagi kelompok masyarakat desil 1 hingga 4, tetapi juga memungkinkan bagi sebagian masyarakat di desil 5, tergantung kebijakan final penetapan sasaran.
Dalam sistem pendataan bantuan sosial, kategori desil menjadi penentu utama kelayakan penerima.
Desil rendah menunjukkan tingkat kesejahteraan lebih rendah sehingga diprioritaskan.
Namun pemerintah juga memberi kesempatan bagi masyarakat yang merasa datanya tidak sesuai untuk mengajukan pembaruan data melalui jalur resmi atau melapor ke petugas desa maupun kelurahan.
Selain bantuan tambahan Ramadhan, masyarakat juga masih menunggu pencairan bansos reguler tahap pertama tahun 2026.
Bantuan reguler ini mencakup program keluarga harapan dan bantuan pangan yang penyalurannya sudah dimulai sejak awal Februari, tetapi belum seluruh penerima mendapatkannya.
Pemerintah menegaskan penyaluran masih berlangsung bertahap hingga akhir Maret.
Hal penting yang perlu diperhatikan, masyarakat yang belum menerima bantuan disarankan segera mengecek statusnya melalui petugas setempat.
Dengan pengecekan langsung, penerima dapat mengetahui apakah datanya masih aktif, sedang diproses, atau justru terkendala administrasi.
Kabar baik lainnya, beberapa penerima yang belum menerima bantuan tahap akhir tahun 2025 ternyata masih tercatat aktif dalam sistem.
Status tersebut menunjukkan bantuan belum hilang, melainkan masih menunggu proses penyaluran lanjutan.
Oleh karena itu, pemerintah mengimbau masyarakat tidak panik dan tetap memantau perkembangan data.
Program bantuan Ramadhan ini diharapkan menjadi penopang ekonomi masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan pokok terpenuhi selama bulan ibadah.
Pemerintah menargetkan penyaluran berjalan cepat agar manfaatnya bisa langsung dirasakan sebelum kebutuhan konsumsi meningkat tajam menjelang hari raya Idul Fitri.***
Editor : Eli Kustiyawati