RADAR BOGOR – Mengetahui kelompok desil dan status bantuan sosial (bansos) menjadi langkah penting bagi masyarakat yang ingin memastikan apakah datanya telah tercatat dengan benar dalam sistem Kementerian Sosial RI.
Pemahaman mengenai desil kerap menimbulkan kebingungan karena banyak informasi yang beredar hanya menitikberatkan pada besaran pendapatan.
Padahal, mekanisme penentuan desil dilakukan melalui proses pendataan sosial ekonomi yang lebih komprehensif. Berikut penjelasan lengkapnya secara terstruktur agar mudah dipahami.
1. Apa Itu Desil dalam Pendataan Bansos?
Dilansir dari kanal YouTube Kemensos RI pada Minggu, 22 Februari 2026, desil adalah pengelompokan tingkat kesejahteraan masyarakat berdasarkan kondisi sosial ekonomi yang dihimpun dalam sistem pendataan resmi.
Pengelompokan ini tidak hanya ditentukan oleh jumlah gaji atau total pengeluaran bulanan. Tabel desil yang beredar luas di internet dan hanya berdasarkan nominal pendapatan tidak mencerminkan metode resmi yang digunakan dalam sistem pemerintah.
“Desil dihitung dari berbagai kondisi sosial ekonomi, mulai dari pekerjaan, pendidikan, kondisi rumah, daya listrik, sampai kepemilikan aset,” ungkap narator dalam kanal YouTube tersebut.
Desil dihitung melalui kombinasi berbagai indikator yang menggambarkan kondisi riil rumah tangga.
2. Faktor Penentu Perhitungan Desil
Penentuan desil mempertimbangkan sejumlah aspek sosial ekonomi secara menyeluruh.
Beberapa faktor yang menjadi dasar perhitungan antara lain jenis pekerjaan, tingkat pendidikan anggota keluarga, kondisi dan kelayakan rumah tinggal, besaran daya listrik yang digunakan, serta kepemilikan aset tertentu.
Karena menggunakan pendekatan multidimensi, dua keluarga dengan pendapatan yang hampir sama belum tentu berada pada kelompok desil yang identik.
Setiap indikator memiliki kontribusi dalam menentukan posisi akhir dalam sistem pendataan.
3. Data Desil Bersifat Dinamis
Status desil tidak bersifat permanen. Data dapat berubah menyesuaikan kondisi terbaru di lapangan.
Apabila terjadi perubahan pada aspek sosial ekonomi suatu keluarga, pembaruan data berpotensi memengaruhi posisi dalam kelompok desil.
Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk memastikan data yang tercatat selalu sesuai dengan kondisi aktual.
4. Cara Memperbarui Data Desil
Jika masyarakat merasa terdapat ketidaksesuaian data, pembaruan dapat dilakukan melalui beberapa jalur resmi.
Pertama, dengan mendatangi pemerintah desa atau kelurahan setempat untuk menyampaikan perubahan kondisi.
Kedua, melalui Dinas Sosial sesuai wilayah domisili. Ketiga, melalui Aplikasi Cek Bansos yang menyediakan fitur pengajuan pembaruan data secara mandiri.
5. Cara Mengecek Desil dan Status Bantuan Sosial
Pengecekan dapat dilakukan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sesuai KTP melalui dua metode.
Metode pertama adalah melalui Aplikasi Cek Bansos dengan memasukkan NIK atau nama lengkap sesuai KTP, memilih wilayah domisili, lalu menekan tombol “Cek”.
Di dalam aplikasi tersedia fitur “Usul” dan “Sanggah” untuk pengajuan perbaikan data.
Metode kedua adalah melalui laman resmi situs Cek Bansos Kemensos dengan cara mengisi data sesuai KTP, memasukkan kode verifikasi, kemudian memilih “Cari Data”.***
Editor : Eli Kustiyawati