RADAR BOGOR - Di tengah ramainya perbincangan mengenai bantuan sosial (bansos) tahun 2026, berbagai kabar kembali viral dan menimbulkan kebingungan di kalangan Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Informasi yang beredar di media sosial sering kali disampaikan secara singkat dan sensasional tanpa penjelasan utuh, sehingga menimbulkan persepsi yang kurang tepat.
Berikut ini penjelasan per poin mengenai lima isu bansos 2026 yang banyak beredar namun tidak sepenuhnya benar.
1. Kabar BLT Kesra Akan Cair Lagi
Dilansir dari kanal Youtube Cek Bansos pada Minggu, 22 Februari 2026, isu mengenai BLT Kesra yang disebut akan kembali dicairkan pada tahun 2026 menjadi salah satu kabar yang cukup ramai.
Namun hingga saat ini belum terdapat kepastian resmi yang menyatakan bahwa program tersebut masuk dalam paket bantuan tahun berjalan.
Mengenai kabar BLT Kesra yang akan tercairkan lagi di tahun 2026 adalah kabar yang belum ada kepastian dari pemerintah.
Tidak ada pengumuman formal yang memastikan pencairannya. Karena itu, klaim yang menyebut BLT Kesra pasti cair kembali perlu disikapi dengan hati-hati dan diverifikasi melalui sumber resmi agar tidak menimbulkan harapan yang keliru.
2. Bonus THR Penebalan Rp400.000
Beredar informasi bahwa KPM akan menerima bonus THR berupa tambahan dana sebesar Rp400.000 di luar pencairan reguler.
Setelah dilakukan pengecekan melalui sistem SIKS-NG, tidak ditemukan status maupun keterangan yang menunjukkan adanya penebalan dana tersebut.
Tidak terdapat indikator resmi yang mendukung klaim tambahan tersebut, sehingga kabar mengenai bonus Rp400.000 dinyatakan tidak memiliki dasar data yang dapat diverifikasi.
3. KPM Desil 5 Bisa Cair Kembali
Banyak KPM yang berada dalam kategori Desil 5 berharap bantuan PKH atau BPNT dapat kembali dicairkan.
Namun sesuai regulasi tahun 2026, KPM yang masuk Desil 5 termasuk kategori exclude dan tidak lagi menjadi prioritas penerima bantuan karena dianggap telah mengalami peningkatan kesejahteraan.
Bantuan tidak dapat aktif kembali secara otomatis. Jika ingin terdaftar kembali, mekanisme yang tersedia adalah melalui pembaruan data dan survei ulang oleh petugas DTKS sesuai prosedur yang berlaku.
4. BPNT Tahap 4 Sudah Cair
Informasi lain menyebutkan bahwa BPNT tahap 4 telah berstatus Standing Instruction (SI) dan mulai cair.
Namun hasil pengecekan menunjukkan status masih berada pada tahap “Berhasil Cek Rekening” dengan nominal yang belum muncul atau masih berupa tanda strip.
Status SI yang sempat viral kemungkinan merupakan data periode sebelumnya yang kembali disebarkan.
Hal ini menunjukkan pentingnya memastikan periode dan tanggal data sebelum menyimpulkan adanya pencairan terbaru.
5. BPNT Cair Dua Kali
Isu paling ramai adalah kabar BPNT cair dua kali setelah sejumlah KPM mendapati saldo tambahan masuk ke rekening mereka.
Baca Juga: Cara Mudah Cek Desil KPM Bansos Tahun 2026, Cukup Menggunakan HP dan KTP
Penjelasannya, saldo tersebut bukan pencairan rutin ganda, melainkan hasil validasi, baik berupa PKH Validasi maupun BPNT Validasi.
Kondisi ini terjadi ketika seorang KPM yang sebelumnya hanya menerima satu jenis bantuan kemudian terpilih menerima bantuan lain untuk memenuhi kuota wilayah yang masih tersedia.
Tidak semua KPM mengalami hal ini karena bergantung pada hasil validasi dan ketersediaan kuota di masing-masing daerah.***
Editor : Eli Kustiyawati