RADAR BOGOR – Lima kabar viral mengenai bantuan sosial (bansos) tahun 2026 kembali ramai beredar di media sosial dan memicu berbagai pertanyaan di tengah masyarakat.
Informasi yang berkembang mencakup isu pencairan BLT Kesra, tambahan dana THR Rp400.000, status KPM Desil 5, update BPNT tahap 4, hingga kabar BPNT cair dua kali.
Berikut penjelasan per poin berdasarkan data dan regulasi yang berlaku tahun ini.
1. Kabar Pencairan Kembali BLT Kesra
Dilansir dari kanal YouTube Cek Bansos, isu yang menyebutkan bahwa BLT Kesra akan segera dicairkan kembali belum memiliki dasar pengumuman resmi.
Meskipun terdapat paket stimulus pada tahun 2026, BLT Kesra tidak tercantum sebagai komponen bantuan yang dipastikan akan disalurkan kembali dalam waktu dekat.
Hingga saat ini, belum ada pembaruan kebijakan yang menyatakan program tersebut aktif kembali untuk pencairan.
“Pemerintah sudah meluncurkan program paket stimulus dari pemerintah dan beberapa komponennya tidak disebutkan yang namanya BLT Kesra akan kembali disalurkan,” ungkap narator dalam YouTube Cek Bansos.
2. Bonus THR “Penebalan” Rp400.000 untuk KPM
Informasi mengenai tambahan dana sebesar Rp400.000 yang disebut sebagai bonus atau penebalan THR bagi KPM juga tidak ditemukan dalam sistem resmi.
Berdasarkan pengecekan pada SIKS-NG, tidak terdapat status atau komponen bantuan baru dengan nominal tersebut.
Artinya, kabar mengenai penambahan dana Rp400.000 secara nasional belum didukung data yang terverifikasi.
3. Pencairan Kembali bagi KPM Desil 5
Beredar klaim bahwa KPM yang masuk kategori Desil 5 masih bisa menerima bantuan sosial kembali.
Namun, dalam regulasi tahun 2026, Desil 5 termasuk kelompok yang tidak lagi menjadi prioritas penerima bantuan reguler.
Pada program seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), KPM yang naik ke Desil 5 tercatat berstatus exclude di sistem akibat perubahan tingkat kesejahteraan.
Dengan status tersebut, bantuan tidak lagi dapat dicairkan.
4. Update Pencairan BPNT Tahap 4
Isu lain menyebutkan bahwa BPNT tahap 4 sudah berstatus “SI” (standing instruction) atau siap cair. Namun, berdasarkan pengecekan terbaru, status yang tercatat masih “Berhasil Cek Rekening”.
Tahapan ini menunjukkan proses verifikasi rekening telah dilakukan, tetapi belum sampai pada instruksi pencairan dana.
Informasi mengenai status “SI” yang beredar tidak sesuai dengan pembaruan data terakhir sehingga BPNT tahap 4 belum dinyatakan cair.
5. Isu BPNT Cair Dua Kali
Kabar bahwa BPNT cair dua kali juga beredar luas. Secara umum, kondisi tersebut bukan berarti pencairan ganda untuk komponen yang sama.
Fenomena ini biasanya berkaitan dengan proses validasi kuota bantuan.
Dalam beberapa kasus, KPM PKH dapat menerima komponen BPNT dan sebaliknya, KPM BPNT dapat menerima komponen PKH.
Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan alokasi kuota di wilayah masing-masing sehingga terlihat seperti pencairan dua kali, padahal merupakan penambahan jenis bantuan yang berbeda.***
Editor : Eli Kustiyawati