Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

KPM PKH dan Sembako Cek Rekening, 8,9 Juta Warga Sudah Terima Bansos Ramadhan, yang Belum Cair Ini Jadwal Burekolnya

Khairunnisa RB • Senin, 23 Februari 2026 | 13:08 WIB

Ilustrasi proses burekol untuk penyaluran bansos PKH kepada KPM.
Ilustrasi proses burekol untuk penyaluran bansos PKH kepada KPM.

RADAR BOGOR – Memasuki bulan suci Ramadhan 2026, pemerintah memastikan bantuan sosial atau bansos utama bagi masyarakat rentan telah disalurkan secara masif.

Dilansir dari laman kemensos.go.id, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul mengungkapkan bahwa bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Sembako telah cair secara bertahap agar keluarga penerima manfaat dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih tenang.

Menurutnya, hingga awal Ramadhan, realisasi penyaluran bansos triwulan pertama tahun 2026 sudah melampaui 85 persen dengan total nilai lebih dari Rp15 triliun.

Angka tersebut menunjukkan percepatan distribusi bantuan pemerintah di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang bulan puasa.

Untuk program PKH sendiri, pemerintah menargetkan 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM) pada tahun ini.

Dari jumlah tersebut, sekitar 8,94 juta KPM telah menerima bantuan dengan total dana lebih dari Rp6 triliun atau sekitar 89,4 persen dari target triwulan pertama.

Sementara itu, Bantuan Sembako telah disalurkan kepada lebih dari 15 juta KPM dengan nilai lebih dari Rp9 triliun atau setara 86,9 persen dari total alokasi awal tahun.

Gus Ipul menegaskan bahwa seluruh proses penyaluran dilakukan melalui bank-bank milik negara yang tergabung dalam Himpunan Bank Negara (Himbara) serta melalui Bank Syariah Indonesia guna memastikan bantuan diterima secara aman dan tepat sasaran.

Jutaan Penerima Baru Masih dalam Proses

Meski sebagian besar bantuan telah cair, pemerintah mengakui masih ada jutaan penerima baru yang belum menerima dana.

Hal ini disebabkan oleh proses administrasi yang masih berjalan, terutama pembukaan rekening kolektif (burekol).

Data terbaru menunjukkan lebih dari 1 juta penerima baru PKH dan sekitar 2 juta penerima baru Bantuan Sembako hasil pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) belum menerima bantuan.

Sebagian besar dari mereka belum memiliki rekening bank, sehingga pemerintah harus melakukan proses pembukaan rekening massal, distribusi kartu, serta menyiapkan skema penyaluran alternatif melalui PT Pos Indonesia.

Menurut Gus Ipul, proses burekol biasanya memerlukan waktu antara satu hingga dua bulan sebelum bantuan dapat dicairkan kepada penerima baru.

Bansos Tambahan untuk Daerah Terdampak Bencana

Selain bantuan reguler, Kementerian Sosial juga menyalurkan bantuan khusus bagi wilayah yang terdampak bencana, terutama di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Total dana yang telah disalurkan mencapai Rp1,8 triliun untuk sekitar 1,7 juta keluarga penerima manfaat di wilayah tersebut.

Pemerintah menargetkan seluruh penyaluran ini selesai pada akhir Februari.

Tidak hanya itu, Kemensos juga menyiapkan bansos adaptif untuk pemulihan pascabencana.

Bantuan tersebut mencakup logistik darurat, dapur umum, santunan korban meninggal dan luka, jaminan hidup sementara (jadup), hingga bantuan pemulihan ekonomi bagi masyarakat terdampak.

Total anggaran yang disiapkan untuk program adaptif ini mencapai lebih dari Rp2 triliun, sementara dana kedaruratan yang telah dikirim hampir menyentuh Rp100 miliar.

Rincian Santunan dan Bantuan Pemulihan

Sejumlah bantuan spesifik juga telah atau siap disalurkan, antara lain:

• Santunan ahli waris sebesar Rp14,8 miliar untuk 990 korban meninggal, masing-masing menerima Rp15 juta.

• Bantuan isi hunian senilai Rp98,7 miliar bagi sekitar 32,9 ribu kepala keluarga.

• Jaminan hidup sementara senilai Rp25,8 miliar bagi 19,1 ribu jiwa.

Gus Ipul menyebut sebagian bantuan sudah mulai didistribusikan, termasuk bantuan untuk perabot rumah tangga, pemulihan sosial ekonomi, dan jaminan hidup.

Mekanisme Ketat Berbasis Satu Data Nasional

Penyaluran bantuan pascabencana dilakukan secara bertahap dengan sistem verifikasi berlapis.

Pemerintah menggunakan data resmi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana sebagai rujukan awal.

Selanjutnya, pemerintah daerah mengusulkan daftar korban berdasarkan nama dan alamat (BNBA), yang kemudian ditetapkan dalam daftar nominatif dengan persetujuan forum pimpinan daerah.

Data tersebut lalu diverifikasi dan disahkan oleh pemerintah pusat sebelum bantuan dicairkan.

Dengan mekanisme ini, Kemensos memastikan bantuan benar-benar diterima oleh korban yang berhak.

Baca Juga: Progres PKH dan BPNT Januari-Maret 2026 Sudah 89,4 Persen, tetapi 3 Juta KPM Tunggu Proses Validasi Data dan Aktivasi KKS

Masih Ada Ratusan Miliar Siap Disalurkan

Dari total anggaran bansos adaptif lebih dari Rp2 triliun, pemerintah menyebut sekitar Rp600 miliar sudah tersedia di rekening dan siap disalurkan dalam waktu dekat.

Sementara sisanya masih dalam proses pengajuan tambahan anggaran belanja.

Gus Ipul menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen mempercepat seluruh penyaluran bantuan agar masyarakat, khususnya yang terdampak bencana dan keluarga miskin, dapat menjalani Ramadhan dengan lebih layak dan aman.

Dengan besarnya anggaran yang telah dikucurkan serta jutaan penerima yang sudah menerima manfaat, bansos Ramadhan tahun ini menjadi salah satu intervensi sosial terbesar pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan tidak ada keluarga rentan yang terabaikan di tengah kondisi ekonomi yang menantang.***

Editor : Eli Kustiyawati
#bantuan sembako #bansos #Menteri Sosial Saifullah Yusuf #pkh