RADAR BOGOR - Pemutakhiran bantuan sosial (bansos) untuk Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Tahap 1 tahun 2026 memasuki fase penting dengan capaian penyaluran yang telah melampaui 85 persen pada triwulan pertama Januari hingga Maret.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa realisasi tersebut setara dengan lebih dari Rp15 triliun yang telah tersalurkan kepada keluarga penerima manfaat (KPM).
Dilansir dari kanal Youtube Diary Bansos, pada tahun 2026, alokasi PKH ditetapkan untuk 10 juta KPM, sedangkan BPNT atau program sembako menjangkau 18,2 juta KPM.
Percepatan penyaluran dilakukan agar KPM dapat menjalankan ibadah puasa Ramadan dengan lebih tenang sesuai tujuan kebijakan yang disampaikan.
Dalam proses pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), terdapat sekitar 3 juta penerima baru yang masuk dalam skema bantuan tahun ini.
Rinciannya, sebanyak 1 juta KPM baru terdaftar sebagai penerima PKH dan 2 juta KPM baru sebagai penerima BPNT. Saat ini para KPM baru tersebut masih menjalani tahapan Pembukaan Rekening Kolektif (Burkol) serta distribusi Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Proses administratif ini diperkirakan berlangsung dalam kurun waktu satu hingga dua bulan ke depan sebelum bantuan dapat diterima secara penuh.
Penjelasan juga diberikan terkait beredarnya informasi mengenai saldo Rp600.000 yang masuk ke KKS.
Dilansir dari kanal Youtube Cek Bansos, bahwa nominal tersebut bukan menunjukkan pencairan ganda BPNT, melainkan merupakan kombinasi bantuan yang diterima oleh sebagian KPM.
Sejumlah penerima BPNT murni kini juga memperoleh PKH sebagai bagian dari penggenapan kuota 10 juta KPM pada tahun 2026.
Selain itu, ditegaskan bahwa anggaran tahun 2025 telah ditutup, sehingga saldo yang masuk saat ini sepenuhnya berasal dari alokasi tahun berjalan 2026.
Di luar bantuan reguler, terdapat tambahan bantuan pangan bagi KPM yang berada pada Desil 1 hingga Desil 4. Mereka akan menerima bantuan berupa 20 kilogram beras atau setara dua karung, serta 4 liter minyak goreng.
Alokasi tersebut mencakup kebutuhan bulan Februari dan Maret 2026 dan disalurkan secara bertahap melalui Perum Bulog.
Penerima bantuan pangan tambahan ini pada umumnya merupakan kelompok yang sebelumnya juga tercatat sebagai penerima BLT Kesra dengan jumlah sekitar 35 juta KPM.
Untuk wilayah terdampak bencana, Kementerian Sosial menyalurkan bantuan senilai Rp1,8 triliun kepada 1,7 juta KPM di sejumlah daerah seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Selain itu, tersedia anggaran Bansos Adaptif lebih dari Rp2 triliun yang diperuntukkan bagi santunan kematian, bantuan isi hunian, serta jaminan hidup bagi masyarakat pascabencana.
Seluruh penyaluran dilakukan berdasarkan data terbaru yang telah dimutakhirkan dalam DTSN tahun 2026.***
Editor : Asep Suhendar