RADAR BOGOR – Beredarnya unggahan di media sosial tentang saldo Rp600.000 yang masuk ke Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) membuat banyak penerima bantuan sosial (bansos) kebingungan.
Sebagian mengira BPNT cair dua kali pada tahap pertama tahun 2026.
Namun, faktanya saldo tersebut bukanlah bantuan BPNT ganda.
Dilansir dari kanal YouTube Diary Bansos, jumlah tersebut biasanya merupakan gabungan dari dua program bantuan berbeda, yakni BPNT dan PKH.
Artinya, penerima yang melihat saldo Rp600 ribu kemungkinan tercatat sebagai penerima kedua program sekaligus.
Tidak Ada BPNT Cair Dua Kali
Informasi bahwa BPNT dicairkan dua kali dalam satu tahap dipastikan tidak benar.
Pemerintah menegaskan bahwa skema penyaluran tetap mengikuti jadwal resmi triwulanan.
Kemungkinan lain yang sempat beredar adalah saldo tersebut berasal dari bantuan tahun 2025 yang belum cair.
Namun, hal ini juga dinilai kurang tepat karena tahun anggaran sebelumnya telah ditutup.
Dengan kata lain, saldo besar yang masuk ke KKS umumnya berasal dari akumulasi beberapa bantuan berbeda dalam satu waktu.
Pencairan Diprioritaskan Jelang Ramadhan
Kementerian Sosial mempercepat pencairan bansos agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok selama Ramadhan.
Program PKH dan BPNT menjadi tulang punggung bantuan sosial pemerintah bagi keluarga miskin dan rentan.
Dilansir dari laman kemensos.go.id, lebih dari 1 juta penerima baru PKH dan sekitar 2 juta penerima baru Bantuan Sembako hasil pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) belum menerima bantuan.
Proses Penerima Baru Masih Berjalan
Banyak keluarga yang sebenarnya telah ditetapkan sebagai penerima baru, tetapi belum menerima bantuan karena proses administratif belum selesai.
Tahapan yang masih berlangsung meliputi:
- Pembukaan rekening kolektif
- Verifikasi data penerima
- Distribusi kartu KKS
- Aktivasi rekening
Proses ini diperkirakan memakan waktu hingga dua bulan sebelum bantuan dapat dicairkan.
Bantuan Pangan untuk Puluhan Juta Keluarga
Selain PKH dan BPNT, pemerintah juga menyiapkan bantuan pangan skala besar bagi kelompok ekonomi terbawah.
Program ini menyasar sekitar 35 juta keluarga pada desil 1–4.
Bantuan berupa beras dan minyak goreng diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat di tengah kenaikan kebutuhan selama Ramadhan dan menjelang Idulfitri.
Harapan Pemerintah: Bansos Tepat Sasaran
Pemerintah juga mengimbau keluarga yang kondisi ekonominya sudah membaik untuk secara sukarela “graduasi” atau keluar dari program bantuan, agar kuota dapat dialihkan kepada keluarga yang lebih membutuhkan.
Dengan percepatan penyaluran, penambahan penerima baru, serta bantuan pangan tambahan, program bansos 2026 diharapkan mampu memberikan perlindungan sosial yang lebih kuat bagi masyarakat rentan di seluruh Indonesia.***
Editor : Eli Kustiyawati