RADAR BOGOR - Memasuki pekan terakhir 25 Februari 2026, pemerintah terus memacu percepatan penyaluran berbagai bantuan sosial (bansos).
Berdasarkan data terbaru, distribusi bantuan reguler maupun tambahan menunjukkan progres yang signifikan guna memastikan masyarakat prasejahtera dapat beribadah di bulan Ramadhan dengan tenang, sebagaimana dikutip dari YouTube Cek Bansos.
Berikut adalah rangkuman mengenai perkembangan pencairan bantuan sosial di seluruh Indonesia:
1. Realisasi Penyaluran PKH dan BPNT Tahap 1
Kementerian Sosial melaporkan, penyaluran bantuan sosial triwulan pertama tahun 2026 berjalan sangat progresif.
Hingga saat ini, realisasi dana yang tersalurkan telah mencapai lebih dari Rp15 triliun atau melampaui angka 85%.
Program Keluarga Harapan (PKH): Dari target 10 juta KPM, bantuan sudah diterima oleh sekitar 8,94 juta KPM (89,4%) dengan nilai serapan anggaran lebih dari Rp6 triliun.
Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT): Telah menjangkau 15 juta KPM (86,9%) dari total sasaran 18,25 juta penerima, dengan total nilai bantuan mencapai Rp9 triliun.
Penyaluran dilakukan secara non-tunai melalui Bank Himbara (BRI, BNI, Mandiri, dan BSI) untuk menjamin transparansi dan ketepatan sasaran.
2. Kabar bagi 3 Juta Penerima Manfaat Baru
Terdapat penambahan sekitar 3 juta KPM baru yang merupakan hasil dari pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) periode terbaru.
Rinciannya terdiri dari 1 juta penerima PKH dan 2 juta penerima BPNT.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menjelaskan KPM baru ini mungkin akan mengalami sedikit perbedaan waktu pencairan. Hal ini dikarenakan adanya proses administratif berupa:
• Burekol (Buka Rekening Kolektif): Proses pembukaan rekening bagi warga yang sebelumnya belum memiliki akses perbankan.
• Distribusi KKS: Penyerahan kartu bantuan kepada penerima.
• Persiapan Logistik: Koordinasi melalui PT Pos Indonesia di wilayah-wilayah tertentu.
"Estimasi waktu yang dibutuhkan untuk proses administrasi ini adalah sekitar 1 hingga 2 bulan sebelum dana dapat ditarik secara tunai," kata Gus Ipul dari laman Kemensos.
3. Stimulus Ramadhan: Beras 20 Kg dan Minyak Goreng 4 Liter
Pemerintah juga menyiapkan bantuan stimulus pangan yang menyasar masyarakat di kelompok Desil 1 hingga Desil 4.
Bantuan ini direncanakan cair secara bertahap pada bulan Ramadhan menjelang hari raya Idulfitri.
Detail Bantuan: KPM yang memenuhi syarat akan menerima alokasi sekaligus untuk dua bulan, yakni 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng.
Sasaran Penerima: Bantuan ini ditargetkan untuk 35 juta KPM, termasuk warga yang sebelumnya terdaftar dalam program BLT Kesra.
Penerima BLT Kesra tahun lalu tetap berpeluang mendapatkan bantuan ini selama status ekonomi mereka masih berada di kategori Desil 1-4.
Jika status ekonomi telah meningkat ke Desil 5, maka hak bantuan pangan tambahan ini secara otomatis akan terhenti.
4. Langkah Pengecekan Mandiri
Masyarakat diimbau untuk proaktif memantau status kepesertaan agar tidak tertinggal informasi pencairan. Simak cara mengecek status bansos Anda berikut ini:
• Akses situs cekbansos.kemensos.go.id.
• Masukkan data wilayah sesuai domisili.
• Ketikkan nama lengkap sesuai dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP).
• Masukkan kode verifikasi untuk melihat status aktif atau tidaknya bantuan Anda.
Pemerintah berkomitmen menyelesaikan penyaluran sisa anggaran bansos tahap pertama sebelum akhir Maret 2026.
Dengan adanya bantuan reguler dan stimulus pangan tambahan, diharapkan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok selama bulan Ramadhan.***
Editor : Eli Kustiyawati