Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Progres Terbaru Bansos PKH dan Sembako 2026, Hampir 90 Persen KPM Sudah Terima Dana Triwulan I

Ira Yulia Erfina • Rabu, 25 Februari 2026 | 21:10 WIB

Ilustrasi Penyaluran Bansos PKH dan BPNT.
Ilustrasi Penyaluran Bansos PKH dan BPNT.

RADAR BOGOR - Laporan penyaluran bantuan sosial (bansos) PKH dan sembako dari akun Instagram Kementerian Sosial Republik Indonesia @kemensosri per 23 Februari 2026 menunjukkan progres signifikan pada Triwulan I tahun berjalan. 

Hingga memasuki awal Ramadan, realisasi anggaran bansos PKH dan sembako telah melampaui 85 persen dari total pagu yang disiapkan untuk periode ini. Nilai dana yang sudah tersalurkan tercatat lebih dari Rp15 triliun. 

Capaian tersebut mencerminkan bahwa sebagian besar Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH dan sembako telah menerima haknya sesuai skema program yang ditetapkan pada awal tahun.

1. Status Penyaluran Keseluruhan Triwulan I

Penyaluran bansos dilakukan secara bertahap sejak Januari 2026 dengan fokus pada percepatan distribusi menjelang Ramadhan. 

Dari total anggaran yang dialokasikan pada Triwulan I, lebih dari 85 persen telah dicairkan kepada penerima. 

Angka ini menunjukkan distribusi berjalan di sebagian besar wilayah, meskipun masih terdapat sebagian kecil penerima yang menunggu proses lanjutan administratif.

2. Rincian Penyaluran per Program

PKH (Program Keluarga Harapan)

Untuk tahun 2026, target penerima Program Keluarga Harapan ditetapkan sebanyak 10 juta keluarga. Hingga 23 Februari 2026, realisasi penyaluran telah menjangkau 8.940.958 keluarga. 

Secara persentase, angka tersebut setara dengan 89,4 persen dari total target. Dari sisi anggaran, dana yang telah dicairkan mencapai lebih dari Rp6 triliun. 

Penyaluran dilakukan melalui jaringan Bank Himbara, yaitu BRI, BNI, Mandiri, dan BSI, sesuai mekanisme rekening masing-masing KPM.

Bantuan Sembako

Program Bantuan Sembako pada tahun 2026 menargetkan 18,25 juta keluarga penerima. Hingga tanggal pelaporan, sebanyak 16.713.111 keluarga telah menerima bantuan. Realisasi tersebut setara dengan 91,58 persen dari target nasional. 

Nilai dana yang telah tersalurkan mencapai lebih dari Rp10,03 triliun. Sama seperti PKH, distribusi dilakukan melalui bank-bank Himbara agar pencairan dapat dilakukan secara non-tunai dan terdokumentasi dengan baik.

3. Informasi untuk Penerima Baru Hasil Pemutakhiran DTSEN

Pemutakhiran data melalui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS/DTSEN) turut menambah jumlah penerima pada tahun ini. 

Berdasarkan pembaruan tersebut, terdapat tambahan sekitar 1 juta penerima baru untuk PKH dan 2 juta penerima baru untuk Bantuan Sembako. Penambahan ini berasal dari hasil verifikasi dan pemadanan data kesejahteraan terbaru.

Bagi penerima baru yang belum menerima bantuan, proses masih berada pada tahap administratif dengan estimasi waktu sekitar satu hingga dua bulan. Tahapan yang dilakukan meliputi:

1. Burekol (Buka Rekening Kolektif), yaitu proses pembuatan rekening bagi calon penerima yang sebelumnya belum memiliki rekening bank penyalur.

2. Distribusi kartu, berupa pembagian kartu akses bantuan yang digunakan untuk transaksi pencairan.

3. Koordinasi dengan PT Pos Indonesia untuk wilayah yang belum terjangkau layanan perbankan, sehingga penyaluran tetap dapat dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku.

4. Tujuan dan Mekanisme Penyaluran

Penyaluran bansos dilakukan dengan prinsip ketepatan sasaran dan tertib administrasi. Mekanisme bertahap diterapkan agar proses verifikasi, pembukaan rekening, serta distribusi kartu dapat berjalan sesuai prosedur. 

Dengan pola distribusi sejak awal tahun, penerima diharapkan telah memperoleh bantuan pada periode menjelang Ramadan, sesuai jadwal penyaluran yang ditetapkan.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#bansos #sembako #pkh