Bansos Korban Bencana Sumatra Cair Rp2,5 Triliun, Cek Daftar Penerima dan Cara Pastikan Bantuan Logistik Tepat Sasaran
Kholikul Ihsan• Jumat, 27 Februari 2026 | 08:12 WIB
Ilustrasi KPM terlihat bahagai menerima bansos dari pemerintah.
RADAR BOGOR - Bagi warga di wilayah terdampak bencana di Sumatra, segera pastikan status kepesertaan bansos yang Anda miliki.
Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) RI baru saja mengonfirmasi penyaluran dana fantastis senilai Rp2,5 triliun untuk memulihkan ekonomi dan membantu korban bencana di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Langkah ini menjadi momen penting bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk memanfaatkan dukungan negara dalam masa rehabilitasi.
Melansir dari kanal YouTube Kemensos RI, Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, menegaskan bahwa proses penyaluran bantuan kali ini dilakukan dengan standar transparansi yang tinggi.
Bantuan tidak hanya sekedar diberikan, tetapi dikawal ketat oleh pendamping di lapangan serta diawasi langsung oleh Satgas yang diketuai Mendagri. Hal ini dilakukan untuk menjamin bahwa bantuan jatuh ke tangan yang benar-benar berhak tanpa potongan.
Dari Dana Darurat Hingga Santunan Ahli Waris
Kemensos tidak hanya memberikan bantuan logistik makanan, tetapi juga menyentuh aspek pemulihan hunian dan ekonomi. Berikut adalah rincian alokasi dana yang disalurkan:
1. Bansos Reguler (PKH dan Sembako): Mencapai lebih dari Rp1,83 triliun untuk tiga provinsi prioritas di Sumatera.
2. Bansos Adaptif Tahap I: Dialokasikan sebesar Rp632,8 miliar untuk mendukung warga yang terdampak langsung bencana.
3. Dana Kedaruratan dan Santunan: Sebesar Rp99 miliar telah dikucurkan, termasuk santunan bagi 990 ahli waris korban meninggal dunia dengan total nilai Rp14 miliar lebih.
Secara nasional, penyaluran bansos reguler seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) telah menunjukkan progres yang sangat positif.
Saat ini, realisasi penyaluran sudah menembus angka 90 persen di seluruh Indonesia. Ini menunjukkan mesin birokrasi bekerja cepat agar masyarakat tidak menunggu terlalu lama di tengah situasi sulit.
“Alhamdulillah proses penyaluran bansos reguler terus berjalan dan sekarang sudah lebih dari 90 persen secara nasional, untuk program keluarga harapan maupun untuk bantuan pangan non tunai atau bantuan sembako,” ucap Mensos Saifullah Yusuf.
Selain bantuan uang tunai, negara juga hadir memberikan bantuan isi rumah, hunian sementara (Huntara), hingga Dana Tunggu Hunian (DTH).
Fokus utama pemerintah saat ini adalah masa rehabilitasi dan rekonstruksi agar puluhan ribu keluarga terdampak bisa segera kembali memiliki tempat tinggal yang layak dan memulai aktivitas ekonomi mereka kembali.
Hingga saat ini, Kemensos mencatat total bantuan yang telah tersalurkan secara spesifik mencapai Rp2.564.819.421.880. Masyarakat diharapkan terus berkoordinasi dengan pendamping PKH atau dinas sosial setempat untuk memastikan proses administrasi berjalan lancar.***