Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Pencairan Susulan Bansos BPNT Tahap 1 2026 Rp600.000 Terpantau Masuk, KPM Diminta Segera Cek Rekening KKS

Ira Yulia Erfina • Senin, 2 Maret 2026 | 08:26 WIB

Ilustrasi Penyaluran Bansos PKH dan Sembako
Ilustrasi Penyaluran Bansos PKH dan Sembako

RADAR BOGOR – Pencairan bantuan sosial (bansos) BPNT tahap 1 tahun 2026 mulai menunjukkan perkembangan signifikan setelah sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melaporkan dana sebesar Rp600.000 masuk ke rekening masing-masing pada 28 Februari 2026.

Bantuan Pangan Non Tunai yang dikelola oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia ini merupakan bagian dari program perlindungan sosial yang menyasar keluarga dalam kategori desil tertentu berdasarkan data kesejahteraan sosial nasional.

Pencairan kali ini difokuskan pada penerima yang sebelumnya belum memperoleh haknya pada tahap pertama, sehingga bersifat susulan bagi KPM yang sempat tertunda proses penyalurannya.

Dilansir dari kanal YouTube Arfan Saputra Channel, nominal bantuan yang diterima adalah Rp600.000 untuk satu tahap.

Penyaluran teridentifikasi melalui rekening pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang terhubung dengan Bank Mandiri.

Sejumlah penerima melaporkan saldo masuk secara bertahap, termasuk pada waktu dini hari, yang menunjukkan proses distribusi dilakukan melalui sistem perbankan.

Sasaran pencairan ini secara khusus ditujukan kepada KPM yang pada periode sebelumnya belum menerima dana tahap 1, sehingga tidak seluruh penerima langsung mendapatkan pencairan secara bersamaan.

Di Provinsi Riau, terdapat konfirmasi saldo masuk Rp600.000 bagi KPM yang sebelumnya tidak memiliki dana pada rekening KKS mereka.

Informasi tambahan menyebutkan bahwa sebagian dana masuk pada waktu sahur, khususnya bagi penerima yang termasuk dalam kategori desil 3.

Sementara itu, di Kalimantan Timur, pencairan terpantau melalui pengecekan saldo pada pagi hari sekitar pukul 08.38 WIB.

Selain dua wilayah tersebut, terdapat laporan pencairan serupa di sejumlah daerah lain, meskipun tidak seluruhnya menyertakan detail lokasi secara spesifik.

“Ada saldo Rp600.000, ya, di aplikasi Livin’ by Mandiri masuk Rp600.000 tanggal 28 Februari 2026,” ucap narator melalui kanal YouTube-nya.

Pola ini menunjukkan bahwa distribusi dilakukan secara bertahap dan bergantung pada proses administrasi serta sistem perbankan masing-masing wilayah.

Bagi penerima manfaat yang memegang KKS Bank Mandiri dan belum menerima dana BPNT tahap 1, disarankan untuk melakukan pengecekan saldo secara berkala melalui layanan perbankan resmi.

Namun, sebelum mendatangi ATM atau melakukan transaksi, penting untuk memastikan status kepesertaan, kategori desil, serta periode pencairan melalui laman resmi cekbansos.kemensos.go.id yang disediakan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Verifikasi ini diperlukan agar penerima memperoleh kepastian informasi sesuai data terbaru yang tercatat dalam sistem.

Di sisi lain, sebagian KPM yang telah menerima BPNT tahap 1 saat ini juga menantikan pencairan bantuan lain, yakni Program Keluarga Harapan yang juga berada di bawah koordinasi Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Program tersebut dirancang sebagai bantuan bersyarat untuk mendukung kebutuhan dasar keluarga penerima, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial.***

Editor : Eli Kustiyawati
#bpnt #kpm #bansos #bantuan pangan #data kesejahteraan sosial #pencairan bantuan sosial