RADAR BOGOR - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Sosial meningkatkan intensitas penyaluran jaring pengaman sosial.
Selain fokus pada bantuan reguler, pemerintah juga meluncurkan skema bantuan tambahan untuk menjaga ketahanan gizi masyarakat prasejahtera serta mempercepat distribusi bagi penerima manfaat yang sempat mengalami kendala pada kartu KKS.
Dilansir dari YouTube Cek Bansos, Berikut adalah tiga poin utama terkait kebijakan penyaluran bantuan sosial yang perlu diperhatikan oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM), di antaranya:
1. Layanan Antar Bansos Pangan ke Rumah oleh PT Pos Indonesia
Guna memastikan bantuan sampai tepat sasaran dan memudahkan kelompok lansia serta disabilitas, pemerintah menggandeng PT Pos Indonesia untuk menyalurkan bantuan pangan tambahan secara langsung ke alamat penerima (door to door).
Komposisi Bantuan: Setiap KPM yang berhak akan menerima beras 10 kg.
Bantuan Tambahan Stunting: Selain beras, terdapat paket gizi berupa daging ayam dan telur yang dikhususkan untuk keluarga dengan risiko stunting guna menekan angka gangguan pertumbuhan pada anak.
Jadwal Penyaluran: Pendistribusian ini diperkirakan akan mulai masif dilakukan dalam waktu dekat untuk mendukung pemenuhan gizi selama bulan puasa.
2. Alihan Penyaluran Bank BNI ke PT Pos Indonesia
Terdapat perubahan skema bagi KPM yang sebelumnya mencairkan dana melalui Bank BNI.
Mulai tahun 2026, sebagian besar penyaluran dialihkan melalui PT Pos Indonesia.
Bagi pemegang kartu KKS BNI yang hingga saat ini bantuannya belum masuk, diharapkan bersabar karena proses pengalihan data dan pencetakan surat undangan oleh Kantor Pos sedang berlangsung.
Penyaluran tahap pertama ini ditargetkan rampung paling lambat pada 31 Maret 2026.
3. Jadwal Pencairan BPNT Susulan dan Evaluasi Kepesertaan
Bagi KPM yang mengalami keterlambatan saldo masuk pada kartu KKS Merah Putih, pemerintah telah menyiapkan jadwal pencairan susulan.
Pencairan BPNT susulan diprediksi akan dilakukan secara serentak paling lambat pada 15 April 2026.
Pemerintah menegaskan, bantuan yang sudah masuk ke rekening atau surat undangan yang sudah diterima harus segera diambil.
Jika bantuan diabaikan, KPM tersebut berisiko ditandai oleh sistem dan berpotensi dicoret dari kepesertaan pada tahap berikutnya karena dianggap tidak membutuhkan bantuan.
Lakukan pengecekan saldo KKS secara bijak (cukup sehari sekali) untuk menghindari kerusakan pita magnetik kartu atau risiko kartu tertelan mesin ATM.
Siapkan dokumen bagi penerima via PT Pos, pastikan KTP dan KK asli selalu siap untuk diverifikasi oleh petugas yang mengantar bantuan ke rumah.
Manfaatkan bantuan pangan dan uang tunai untuk kebutuhan esensial keluarga seperti bahan pokok dan asupan gizi.
Percepatan bansos di bulan Ramadhan ini merupakan langkah strategis pemerintah untuk menekan dampak inflasi harga pangan menjelang Idulfitri.
Dengan adanya layanan antar dari PT Pos, diharapkan tidak ada lagi warga yang kesulitan mengakses haknya.***
Editor : Eli Kustiyawati