RADAR BOGOR - Banyak orang mengeluh bantuan sosialnya tidak kunjung cair meski merasa kondisi ekonominya memang layak mendapat bantuan.
Dilansir dari YouTube Ach Haris Efendy, salah satu penyebab paling umum adalah soal desil, angka yang mencerminkan tingkat kesejahteraan keluarga berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).
Kalau desil yang tercatat terlalu tinggi, otomatis nama tidak akan masuk dalam daftar penerima bansos.
Yang jarang diketahui banyak orang adalah desil itu bisa salah. Dan yang lebih penting lagi: desil bisa diubah.
Kenapa Desil Bisa Salah?
Desil ditentukan berdasarkan hasil survei atau Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) yang dilakukan oleh petugas di lapangan.
Masalahnya, proses survei tidak selalu berjalan sempurna. Ada kalanya saat petugas datang, yang bersangkutan sedang tidak di rumah.
Ada juga kasus di mana data aset yang tercatat sudah tidak mencerminkan kondisi sekarang, misalnya dulu pernah punya tanah tapi sudah dijual, atau tercatat punya kendaraan yang sebenarnya sudah tidak dimiliki lagi.
Akibatnya, seseorang yang sebenarnya masuk kategori prasejahtera justru tercatat di desil 6, 7, atau bahkan lebih tinggi.
Karena desil terlalu tinggi, sistem otomatis menganggap mereka tidak berhak atas bansos.
Desil Bisa Diubah, dan Ada yang Sudah Berhasil
Ini bukan sekadar teori. Sudah ada contoh nyata keluarga yang berhasil mengubah desilnya.
Salah satunya adalah keluarga yang semula tercatat di desil 3, lalu berhasil turun ke desil 1 setelah mengajukan perubahan dan dilakukan survei ulang oleh petugas.
Artinya, mekanisme ini memang benar-benar berjalan dan bisa memberi hasil yang nyata.
Kementerian Sosial membuka jalur resmi untuk pengajuan perubahan data sosial ekonomi, termasuk perubahan desil. Ada dua cara yang bisa ditempuh.
Cara pertama adalah melalui aplikasi Cek Bansos. Buka aplikasi atau situsnya, lalu masuk ke bagian profil.
Di sana akan terlihat desil yang tercatat saat ini. Jika dirasa tidak sesuai, klik kolom berwarna merah untuk mengajukan perubahan.
Setelah itu akan muncul pemberitahuan bahwa yang bersangkutan bersedia untuk disurvei ulang oleh petugas. Cara ini praktis karena tidak perlu keluar rumah, cukup pakai HP.
Cara kedua adalah datang langsung ke kantor desa atau kelurahan. Di sana bisa mengajukan permohonan perubahan kondisi sosial dan ekonomi secara langsung. Petugas desa biasanya akan membantu proses pengajuannya.
Yang Perlu Dipahami Sebelum Mengajukan
Mengajukan perubahan desil bukan berarti langsung otomatis turun. Setelah pengajuan diterima, akan ada proses survei ulang oleh petugas yang datang ke rumah untuk memverifikasi kondisi sebenarnya.
Jadi pastikan saat petugas datang, ada yang bisa menemani dan memberikan keterangan yang jujur dan akurat.
Perlu juga dipahami bahwa jalur ini diperuntukkan bagi mereka yang datanya memang tidak sesuai kenyataan, bukan untuk mencoba-coba menurunkan desil padahal kondisi ekonominya sebenarnya sudah cukup baik. Survei ulang akan menilai kondisi riil di lapangan.
Untuk mengecek desil saat ini, cukup buka aplikasi atau situs Cek Bansos dan masukkan NIK.
Dari sana sudah bisa terlihat apakah data yang tercatat sesuai dengan kondisi yang sebenarnya atau tidak.***
Editor : Eli Kustiyawati