RADAR BOGOR - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026, pemerintah mulai menggulirkan program bantuan pangan bagi masyarakat.
Bansos berupa bantuan beras dan minyak goreng tersebut kini sudah mulai dibagikan kepada warga, dan Kota Madiun menjadi daerah pertama di Jawa Timur yang melaksanakan penyaluran.
Program bantuan pangan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus membantu masyarakat menghadapi meningkatnya kebutuhan menjelang Lebaran.
Penyaluran bantuan dilaksanakan pada Senin, 9 Maret 2026 di Kelurahan Manisrejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun.
Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari Badan Pangan Nasional (Bapanas), Perum Bulog, hingga pemerintah daerah setempat.
Dilansir dari kanal YouTube Arfan Saputra Channel, setiap keluarga penerima manfaat mendapatkan bantuan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat selama bulan Ramadan hingga setelah Hari Raya Idul Fitri.
Dalam kegiatan penyaluran tersebut hadir Pelaksana Tugas Wali Kota Madiun bersama sejumlah pejabat daerah lainnya, termasuk Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Sosial, Camat Taman, serta Lurah Manisrejo.
Dalam sambutannya, Plt Wali Kota Madiun menyampaikan bahwa pihaknya merasa bersyukur karena Kota Madiun dipercaya menjadi daerah pertama di Jawa Timur yang menyalurkan bantuan pangan dalam program ini.
Ia juga berharap bantuan tersebut dapat benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pokok menjelang hari raya.
Berdasarkan data yang dihimpun dari pemerintah kota, sebanyak 14.726 warga Kota Madiun tercatat sebagai penerima manfaat dalam program bantuan pangan ini.
Mereka berasal dari berbagai kelurahan yang telah terdata sebagai keluarga yang membutuhkan bantuan.
Program bantuan ini tidak hanya bertujuan membantu masyarakat secara langsung, tetapi juga untuk menjaga stabilitas harga bahan pangan di pasaran.
Menjelang lebaran, harga bahan pokok biasanya mengalami kenaikan akibat meningkatnya permintaan.
Dengan adanya bantuan beras dan minyak goreng ini, diharapkan masyarakat tidak terlalu terbebani oleh kenaikan harga tersebut.
Selama proses penyaluran berlangsung, warga terlihat sangat antusias.
Mereka datang secara bergiliran sesuai jadwal yang telah ditentukan untuk mengambil bantuan.
Petugas juga memastikan proses distribusi berjalan tertib dan lancar.
Banyak warga yang mengaku sangat terbantu dengan adanya program bantuan ini.
Bagi sebagian keluarga, bantuan tersebut sangat berarti karena dapat mengurangi pengeluaran rumah tangga menjelang lebaran.
Pemerintah berharap penyaluran bantuan pangan ini dapat berjalan lancar di berbagai daerah lainnya setelah Kota Madiun.
Dengan demikian, semakin banyak masyarakat yang bisa merasakan manfaat dari program ini.
Jika distribusi berjalan sesuai rencana, maka bantuan serupa kemungkinan akan segera menyusul di daerah-daerah lain di Jawa Timur dalam waktu dekat.***
Editor : Eli Kustiyawati