RADAR BOGOR - Pembaruan bantuan sosial (bansos) saat ini menunjukkan bahwa penyaluran masih berlangsung bertahap di berbagai wilayah, dengan sejumlah hal penting yang perlu dipahami oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) agar tidak terjadi kesalahpahaman terkait status bantuan maupun jadwal pencairan.
1. Bantuan yang Paling Banyak Cair Saat Ini
Berdasarkan informasi yang dilansir dari kanal Youtube Ariawanagus, bantuan yang saat ini paling banyak disalurkan adalah Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT). Penyaluran dilakukan melalui PT Pos Indonesia, di mana KPM menerima undangan untuk mengambil bantuan.
Penerima terdiri dari KPM PKH, BPNT, maupun yang mendapatkan keduanya, dan proses distribusi masih berjalan secara bertahap di berbagai daerah.
2. Prediksi Jadwal Pencairan Bansos PKH dan BPNT Tahap 2
Pencairan tahap kedua menjadi salah satu hal yang paling banyak ditanyakan. Berdasarkan pola penyaluran sebelumnya dan proses verifikasi yang sedang berjalan, pencairan diperkirakan berlangsung pada bulan Mei.
“estimasinya ya sekitar pertengahan atau akhir bulan Mei,” Ungkap narator dalam kanal Youtube Ariawanagus.
Menjelang akhir April biasanya mulai muncul tanda awal pencairan, terutama bagi pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Dalam praktiknya, penyaluran umumnya dimulai dari Bank Syariah Indonesia, lalu dilanjutkan oleh bank Himbara seperti Bank Negara Indonesia, Bank Rakyat Indonesia, dan Bank Mandiri.
3. Peluang Penerima BLT Kesra Mendapatkan Bansos Reguler
Penerima BLT Kesra tidak otomatis menjadi penerima PKH atau BPNT. Penetapan bergantung pada kuota di masing-masing daerah dan tingkat prioritas dalam data kesejahteraan.
Namun, penerima BLT Kesra tetap berpeluang memperoleh bantuan tambahan berupa beras dan minyak goreng yang disalurkan secara bertahap melalui sistem undangan.
4. Masalah Data Desil 1-4 yang Belum Mendapat Bansos
Terdapat kasus masyarakat yang sudah masuk kategori desil 1 hingga 4 namun belum menerima bantuan. Hal ini dapat disebabkan oleh data yang belum diperbarui atau kuota penerima di daerah yang sudah penuh.
KPM disarankan melakukan pengecekan ulang dan mengajukan sanggahan jika diperlukan. Jika data sudah sesuai tetapi belum menerima bantuan, maka perlu menunggu adanya perubahan daftar penerima, misalnya ketika ada KPM yang keluar dari program.***
Editor : Asep Suhendar