Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Menelusuri Jejak Alam Curug Daun Bogor, Surganya Untuk Healing dan Trekking

Administrator • Jumat, 8 Maret 2024 | 08:26 WIB
Photo
Photo


BOGOR-RADAR BOGOR, Menyambut akhir pekan tanpa rencana untuk pergi keluar, muncul rasa jenuh dan kepenatan dari aktivitas sehari-hari. Pada akhirnya saya memutuskan untuk menyegarkan pikiran sejenak dengan melakukan perjalanan singkat ke curug terdekat sebagai pelarian dari rutinitas yang melelahkan ini.









Perjalanan dimulai pukul 12.00 WIB siang yang cerah dengan duduk di atas motor, ponsel yang berada di tangan, dan membuka aplikasi Google Maps sebagai pemandu jalan untuk memastikan rencana perjalanan hari ini.





Sebelum memulai perjalanan, saya memastikan perlengkapan yang dibutuhkan serta perlengkapan pribadi lainnya. Helm sebagai alat keselamatan dalam berkendara di perjalanan juga sudah terpasang dengan baik.





Dengan motor sebagai alat transportasi pilihan karena jarak tempuhnya masih dapat diterima dari rumah, saya memastikan bahwa bahan bakar sudah penuh dan kondisi kendaraan dalam keadaan baik dan memakai pakaian yang nyaman, juga sepatu untuk memulai perjalanan ini.





Perjalanan menuju Curug Daun ini terbilang mudah aksesnya, karena banyaknya kendaraan pribadi yang melintas di sepanjang jalan, seperti mobil dan motor. Trek yang dilewati sepanjang menuju Curug Daun juga sedikit menanjak dan berbatu.





Meskipun rute perjalanan yang tidak begitu sulit, saya sempat tersesat beberapa kali masuk ke perumahan warga dengan akses jalan yang sangat kecil.





Selain itu, saya juga sempat kebingungan dalam menemukan lokasi tujuan. Akhirnya, saya mengandalkan bantuan dari penduduk setempat untuk menemukan arah jalan yang tepat. Setiap tikungan jalan baru yang saya lewati menambah keseruan pada petualangan kali ini.





Meskipun memakan waktu sekitar 1 jam untuk menempuh jarak 12 kilometer, saya tetap menikmati perjalanan tersebut.





Walaupun sinar matahari tepat di atas kepala, dan menerobos lebatnya kanopi pepohonan yang rindang, hal ini membuat suasana yang sejuk tetap menyelimuti kawasan ini. Banyak pepohonan yang menjulang tinggi, dan memberikan nuansa alam.





Tiba di Curug Daun





Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang, akhirnya saya tiba di lokasi pada pukul 13.00 WIB. Begitu sampai di pintu masuk, saya dihampiri oleh petugas, karena untuk dapat masuk ke kawasan tiga Curug, yakni Curug Nangka, Curug Daun, dan Curug Kawung ini, saya harus membayar tiket seharga Rp32.000/orang, serta biaya tiket parkir sebesar Rp7.500/motor untuk memastikan kendaraan terjaga dengan aman.





Saat tiba di parkiran, terlihat banyak warung makan yang berjejer, mushola, dan area kemah. Setelah saya turun dari motor, saya sempat berpikir "Mungkin tinggal turun sedikit tangga saja sudah bisa sampai di Curug".





Namun kenyataannya, perjalanan belum berakhir sampai sini. Saya harus melanjutkan perjalanan melalui jalan yang cukup terjal dan jarak yang masih cukup jauh, dibutuhkan stamina yang kuat dan ketahanan yang tinggi untuk bisa mencapai tujuan.





Untuk sampai ke curug, saya harus melakukan trekking dari area parkir, berjalan kaki menyusuri tangga dan melewati jalanan yang berbatu dan naik turun. Meskipun medannya tidak terlalu sulit, tetap harus diperhatikan alas kaki yang dipakai, karena keadaan jalan yang licin.





Melanjutkan perjalanan untuk memasuki kawasan yang lebih dalam. Saya bersama teman saya disambut oleh deretan warung yang menjual berbagai minuman, makanan ringan (camilan), serta makanan berat seperti nasi, sayur, dan lauk-pauk.





Dengan kaki yang siap berjalan, saya memasuki area curug dengan semangat untuk menjelajahi keindahan alamnya. Terlihat banyak pepohonan yang menyelimuti kawasan curug, sementara beberapa monyet liar tampak asyik bermain dan melompat-lompat di antara ranting-ranting.





Saat dalam perjalanan menuju curug, kita akan menemukan Curug Nangka terlebih dahulu sebelum sampai ke Curug Daun. Lokasi Curug Daun ini lokasinya sangat berdekatan dengan dua curug lainnya, yakni Curug Nangka dan Curug Kawung.





Curug Daun sendiri merupakan aliran dari Curug Kawung. Curug Daun memiliki pancuran air yang tidak begitu tinggi, tidak seperti Curug Nangka dan Curug Kawung, yang hanya mencapai ketinggian sekitar 1 hingga 2 meter saja.





Meskipun begitu, suasana di sekitar Curug Daun terasa sangat sejuk, terutama dengan banyak pepohonan rindang yang menyelimuti area sekitarnya.





Setibanya di Curug Daun, kegiatan pertama yang saya lakukan adalah menikmati keindahan alam dengan diam berada di sekitar curug, sambil menikmati kesegaran dan tenangnya suasana. Tak lupa juga untuk mengabadikan momen tersebut dengan berfoto di area sekitar curug.





Air yang mengalir di Curug Daun memiliki suhu yang dingin dengan aliran yang tenang, dan berbentuk kolam dangkal yang aman untuk berenang, terutama bagi anak-anak.





Dengan suasana yang menyegarkan, Curug Daun menjadi pilihan wisata yang menarik untuk menghabiskan waktu bersama keluarga, teman kantor, bahkan teman terdekat.





Dari obrolan singkat bersama salah satu pengunjung lokal yaitu Bapak Taufik, saya mendapatkan pandangan yang menarik tentang pengalamannya di Curug Daun ini.





Ia memilih destinasi wisata ini karena ketertarikannya pada keindahan alam dan ingin bernostalgia dengan masa kecilnya, karena dahulu sering mengunjungi tempat ini sejak ia masih SMP.





"Saya memang menyukai hal yang berbau alam dan ingin menikmati alam. Hari ini datang ke Curug Daun bersama rekan kerja dan anak-anak. Saya juga sudah sering mengunjungi Curug di sini sejak saya SMP, ya untuk saat ini saya ingin mengenang masa-masa dulu saja," katanya.





Di sekitar kawasan Curug Daun juga tersedia beberapa toilet dan layanan penyewaan tikar untuk bersantai bersama keluarga. Salah satu penjual yang berada di kawasan ini, Ibu Sari yang memberikan pandangannya tentang daya tarik Wisata Curug Daun.





Baginya, pesona alam yang memikat dan air yang jernih tidak hanya menawarkan keindahan, tetapi juga menyediakan kesempatan untuk berolahraga dengan jalur yang menantang. Dengan adanya wisata Curug ini juga dapat membantu Ibu Sari mendapatkan penghasilan setiap harinya.





Meskipun demikian, terdapat hal yang agak menyedihkan ketika melihat di beberapa titik, di mana ditemukan sampah yang dibuang sembarangan oleh pengunjung selama perjalanan.





Mendengarkan cerita dari Bapak Hasan, selaku petugas pengawas lapangan, ia menekankan pentingnya kesadaran diri kita sendiri dalam menjaga kebersihan dan keamanan alam.





"Lebih berhati-hati saja ketika melewati daerah ini, karena banyak monyet liar yang berkeliaran, dan dijaga juga sampah-sampahnya, yuk sama-sama aja jaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan,” katanya.





Perjalanan Pulang





Setelah selesai menjelajahi Curug Daun, akhirnya saya memutuskan untuk beristirahat sejenak sebelum memulai perjalanan pulang yang cukup panjang.





Melalui jalanan yang menanjak, saya kembali ke parkiran dengan usaha ekstra yang penuh perjuangan. Tepat pukul 15.15 WIB, saya memulai perjalanan pulang dengan cuaca yang mulai mendung, menandakan bahwa hujan akan segera turun.





Saya melanjutkan perjalanan pulang dengan jalanan yang cukup ramai. Di tengah perjalanan pulang, saya bersama teman saya memutuskan untuk makan terlebih dahulu di Soto Mie Ayam Bakso Mas Joko yang berada di Jalan Pandu Raya sembari menunggu hujan reda.





Setelah makan, saya mengantarkan teman untuk pulang terlebih dahulu, sebelum saya melanjutkan perjalanan pulang ke rumah dan tiba pada pukul 21.00 WIB.





Apabila ditanya, apakah saya akan balik lagi ke curug daun dan sekitarnya, jawaban saya bisa saja, karena untuk jaraknya menurut saya tidak terlalu jauh dan dekat dengan Kota Bogor.





Perjalanan ke Curug Daun Bogor ini telah menjadi pengalaman yang tak terlupakan, terutama bagi saya sendiri.





Meskipun awalnya tanpa rencana yang pasti untuk pergi, tetapi keputusan untuk beristirahat sejenak dari kepenatan aktivitas sehari-hari dan menikmati keindahan alam telah membawa saya pada petualangan yang penuh warna.





Baca Juga ; Jelajahi Curug Cikawah Bogor, Serunya Mandi Air Panas dan Air Dingin Sekaligus





Selama perjalanan, saya tidak hanya menikmati keindahan alam saja, tetapi juga belajar banyak hal. Saya menyadari betapa pentingnya menjaga kebersihan alam dan keselamatan diri sendiri, serta menghargai kerja keras orang-orang lokal yang menjaga dan mengelola tempat wisata tersebut.





Dari setiap momen yang saya alami, saya berharap ke depannya agar Curug Daun ini tetap selalu terjaga keindahannya dan dapat menjadi destinasi wisata yang ramah lingkungan, serta memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.





Semoga saya bisa kembali untuk menjelajahi lebih banyak lagi keindahan alam yang tersimpan di Bogor dan sekitarnya.(*)





Penulis : Hervina Afrianti Rahayu
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB University





Editor : Yosep


Editor : Administrator
#curug daun bogor #wisata bogor