RADAR BOGOR, Belum meratanya kualitas sekolah di Kota Bogor mendorong timbulnya fenomena 'sekolah favorit' di kalangan masyarakat. Kondisi ini pun akhirnya menimbulkan berbagai persoalan.
Seperti yang kerap terjadi setiap tahun pada masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), salah satunya di Kota Bogor. Para oknum tidak bertanggung jawab menempuh berbagai cara, agar dapat meloloskan peserta didik masuk ke sekolah favorit.
Berbagai praktek kecurangan PPDB di Kota Bogor dan kota lainnya, seperti pemalsuan dokumen kependudukan, mengakali prosedur pendaftaran, hingga pungutan liar (gratifikasi) pun dilakukam untuk memuluskan rencana tersebut.
PPDBBaca Juga: Jelang PPDB 2024, Komisi IV DPRD Kota Bogor Minta Disdik Persiapkan Ini
Bakal Calon Wali Kota Bogor Raendi Rayendra berpendapat, perlu ada solusi melalui kebijakan, penyusunan program, maupun penyusunan kegiatan untuk mengatasi permasalahan ketimpangan kualitas sekolah ini. Agar kondisi itu tidak selalu menjadi polemik pada setiap momen PPDB.
Pria yang akrab disapa Dokter Rayendra itu memandang dalam pemerataan kualitas sekolah perlu adanya program mutasi Kepala Sekolah (Kepsek) dan guru secara periodik.
Hal itu menurutnya penting agar Kepsek dan guru berkualitas tidak berlama-lama berada di satu sekolah. Mutasi guru dilakukan untuk membantu meningkatkan kualitas di sekolah lain.
Mutasi juga dilihatnya bermanfaat agar Kepsek dan guru yang kurang berkualitas dapat memperoleh pengalaman dan suasana baru di sekolah lain, dan akhirnya dapat mengubah mereka menjadi lebih berkualitas.
Upaya pemerataan kualitas sekolah yang kedua yakni dengan menghadirkan bantuan Operaional Sekolah (BOS) Kota Bogor khusus Program Pelatihan.
"Program BOS khusus ini mendorong setiap sekolah dapat menyelenggarakan pelatihan-pelatihan secara mandiri tanpa bergantung pada program yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan atau Kementrian secara terpusat. Pelatihan yang diselenggarakan atau diikuti sesuai dengan kebutuhan setiap sekolah secara mandiri," ujar Dokter Rayendra.
Ia juga memandang perlu adanya program lomba inovasi sekolah. Upaya ini merupakan adopsi model program Bogor Innovation Award (BIA) yang sudah berjalan.
Hasil dari program inovasi sekolah ini kemudian disebarluaskan menjadi pengetahuan dan pengalaman semua sekolah di Kota Bogor dan menurutnya hal itu dapat menyeragamkan kualitas sekolah.
Dokter Rayendra juga mendorong adanya Program Sister School. Lewat program ini sekolah yang mrmiliki kualitas lebih dan mendapat predukat Sekolah Merdeka Berbagi dan Guru Penggerak diwajibkan untuk mendamping 5 sekolah di sekitarnya.
Sister School di Kota Bogor nantinya, diharapkan Rayendra dapat mengakselerasi sekolah lain, sehingga memiliki kualitas yang sama. Ia menyebut, program ini dapat diakselerasi dengan melalui bantuan dana operasional khusus.
"Upaya selanjutnya yakni lewat program internet gratis untuk sekolah di Kota Bogor. Sebab saat ini, akses terhadap dunia luar semakin penting bagi peningkatan kualitas pendidikan. Akses siswa terhadap pengetahuan yang luas perlu diajarkan dan didampingi. Oleh karenanya, program internet gratis di sekolah menjadi solusi bagi kemudahan hadirnya pengetahuan dan interaksi yang lebih luas," terang dia.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga