RADAR BOGOR - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor mulai memeriksa hewan kurban yang dijual di lapak-lapak pada Jumat (7/6/2024).
Kepala Bidang Peternakan, DKPP Kota Bogor, drh Anizar menjelaskan, pemeriksaan itu mereka lakukan untuk memastikan hewan kurban yang ada di Kota Bogor dalam kondisi sehat dan sesuai syariat Islam.
"Sejak kemarin dan hari ini kami periksa lapak lapak penjual hewan kurban di Kecamatan Bogor Utara. Dan ini akan kami lakukan setiap hari hingga Hari Raya Idul Adha tahun 2024 mendatang," ujarnya.
Hasilnya, seluruh hewan kurban yang dijual dalam kondisi sehat dan bagus. Ia juga menyebut dokumen-dokumen yang dipersyaratkan untuk masuk dan keluar Kota Bogor lengkap.
Sebab menurut Ani, hewan-hewan yang masuk ke Kota Bogor mesti memenuhi sejumlah syarat seperti sudah divaksin PMK, bebas dari penyakit Lumpy Skin Desease (LSD), maupun antraks.
"Pada tahun ini terdapat aturan baru Permentan nomor 17 tahun 2023 mengenai lalu lintas hewan antar provinsi maupun kota atau kabupaten yang harus menggunakan aplikasi Lalu Lintas HPM Melalui Sistem ISIKHNAS. Sebagai pengawasan dan antisipasi penyebaran penyakit," jelasnya.
Pada aplikasi itu para penjual hewan kurban dapat mengurus izin keluar dan masuk suatu daerah seusai dengan persyaratan yang diminta.
Apabila syarat itu tidak lengkap maka daerah tujuan berhak untuk menolak dan penjual mesti melengkapi persyaratan terlebih dahulu.
Ani menyebut hingga 6 Juni 2024 tercatat ada 1858 sapi dan 579 ekor domba di Kota Bogor. Jumlah itu diperkirakannya masih akan terus bertambah hingga perayaan Idul Adha tiba.
Owner Kandang Sapi Nusantara Jaya, Sahrul Hidayat mengapresiasi pemeriksaan yang dilakukan.
Terlebih dalam kesempatan itu mereka juga mendapat sosialisasi mengenai digitalisasi dan penggunaan aplikasi Lalu Lintas HPM Melalui Sistem ISIKHNAS.
"Selama ini perizinan agak sulit terlebih kalau seandainya kamu mengajukan dengan manual. Dengan digital ini kami agak dipermudah. Sehingga tidak perlu jauh jauh ke dinas untuk rekom ini itu. Jadi secara administrasi lebih nyaman, suratnya bisa kami buat dimana saja," terang dia. (Fat)