Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

RS Marzoeki Mahdi Bogor Bakal Buka Layanan Untuk Atasi Warga Terjerumus Game Online, Ini Rincian Fasilitasnya

Reka Faturachman • Jumat, 21 Juni 2024 | 16:43 WIB

 

Ilustrasi game online
Ilustrasi game online

RADAR BOGOR - Makin banyaknya masyarakat, salah satunya Bogor, yang terjerumus dalam lingkaran setan game online, membuat kian banyak pula keluarga yang menjadi korban.

Kasus game online yang mengkhawatirkan ini pun direspons cepat oleh Pusat Kesehatan Jiwa Nasional Rumah Sakit Marzoeki Mahdi (PKJN RSMM) Bogor. 

RS Marzoeki Mahdi Bogor berencana mengembangkan Poliklinik Eksekutif dan membuka layanan Poliklinik Adiksi Perilaku, dampak game online.

Direktur Utama PKJN RSMM, dr Nova Riyanti Yusuf menerangkan, upaya pengembangan layanan ini sebetulnya telah disiapkan pihaknya sejak tahun lalu. 

Ia pun menyebut, pelayanan terhadap adiksi perilaku seperti kecanduan game, belanja, dan lainnya, juga telah mereka lakukan sejak lama. 

Meski pun selama ini pelaksanaannya masih tergabung dalam Instalasi Pemulihan Ketergantungan NAPZA.

Sebab kata dia, dampaknya sudah terlalu luas. 

Bukan saja pada individunya namun juga terhadap ekonomi dan hubungan dengan keluarganya.

Oleh karena itu harus ada inisiatif "atau inovasi dan kami sedang mempersiapkan Klinik Adiksi Perilaku," terangnya kepada Radar Bogor, Jumat (21/6/2024).

Rencana ini disebutnya, telah melalui diskusi panjang oleh tim medik dan keperawatan di RSMM.

Sebab kecanduan game online ini telah menjadi fenomena, bukan saja di Indonesia namun juga global.

Menurutnya fenomena tersebut tak hisa diabaikan.

Terlebih judi telah masuk dalam Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental (DSM–5) yang tergolong dalam gangguan gambling. 

Jadi kalau bicara disorder berarti tidak hanya manifestasi klinis, tapi juga ada gangguan dalam hal fungsi," katanya.

Entah dia fungsi sosial, pekerjaan, dan lain sebagainya. 

Impactnya pun luas menyangkut uang.

"Dan pada saat dia ingin mengurangi, ada perasaan tidak nyaman itulah artinya mulai ada gejala kecanduan, dan otomatis interaksi dengan keluarga juga menjadi terganggu," jelas Nova.

Klinik Adiksi Perilaku yang digagasnya itu saat ini masih masuk ke dalam Poliklinik Eksekutif dan belum dapat dilayani oleh BPJS. 

Lantaran belum ada regulasi mengenai hal tersebut.

Layanan baru bisa diberikan dalam skema Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) apabila pasien secara bersamaan menggunakan NAPZA.

Kepala Ruangan Rama, Andry Roy menerangkan skema pelayanan yang dilakukan pihaknya di awali dengan pasien masuk melalui IGD.

Kemudian pasien akan ditriase apakah hal yang dialaminya tergolong ke dalam gangguan jiwa atau adiksi.

"Jika termasuk dalam adiksi maka akan masuk ke rehabilitasi. Di sana pasien akan diobservasi selama 14 hari. Setelah dinilai oleh dokternya masuk program selama 3 bulan," terangnya.

Program yang dilaksanakan di RSMM saat ini masih mengadopsi dalam progam yanbditerapkan pada pasien NAPZA.

Ini dilakukan untuk menjauhkan perilaku judi online dan membentuk kebiasaan hidup sehat. 

"Ada program 10 item yang membentuk mereka supaya hidup sehat. Ada harian, mingguan, dan bulanan. Mereka tidak akan memiliki akses pegang HP dan lain lain. Saat visit HP tamu juga disimpan di loker," bebernya.

Fasilitas yang dimiliki RS ini juga tergolong lengkap.

Terdiri dari vokasional tata boga, perawatan tanaman, bengkel, dan melukis.

Layanan ini juga dilengkapi sarana olahraga basket, bulu tangkis, tenis meja, billiard, hingga outing berenang.

Andry menyebut di tahun lalu pihaknya melayani 2 pasien rawat inap akibat Judol.

Sementara pada tahun ini pihaknya baru melayani 1 pasien saja.

"Motivasi mereka bermain Judol adalah karena ingin mendapat uang secara instan. Tapi ternyata mereka malah rugi," terangnya.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#RS Marzoeki Mahdi #bogor #game online