Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Lapaknya Dibongkar Paksa Petugas, Pedagang di Puncak Bogor Curhat Begini 

Septi Nulawam Harahap • Senin, 24 Juni 2024 | 13:29 WIB
Suasana penertiban lapak PKL di Jalan Raya Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor Senin (24/6/2024).
Suasana penertiban lapak PKL di Jalan Raya Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor Senin (24/6/2024).

RADAR BOGOR - Sri Haryati hanya bisa menangis melihat lapak dagangannya di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor dibongkar petugas pada Senin (24/6/2024) pagi.

Kurang lebih sudah 8 tahun dia bersama suaminya mengais rezeki dengan membuka warung kopi dan bensin eceran di Jalan Raya Puncak, Desa Tugu Selatan, Cisarua.

Kepada Radar Bogor, dia mengaku belum rela warung sekaligus tempat tinggalnya di Puncak itu diratakan tanah.

"Kalau orang lain sudah punya rumah, kalau saya gak ada, tinggal di sini, tidur sama suami sama anak," ucapnya.

Saat dibongkar pun, barang-barang seperti tempat tidur dan pakaiannya masih berada di dalam warung yang kadung tertimbun material.

Menurutnya, pemerintah tidak peduli akan nasib masing-masing para pedagang. Seperti dirinya yang dalam kondisi kesusahan.

"Saya gak punya rumah karena kena tipu habis-habisan, sekarang kontrakan juga belum dapet," tutur Sri disela isak tangisnya.

Setelah ini, dia mengaku akan tetap mengisi kios di Rest Area Gunung Mas Puncak. Meski dia khawatir pemasukan yang didapat tidak bisa menutup biaya kebutuhan sehari-hari.

"Saya emang udah dapat kunci kios, pernah saya isi tapi gak ada pemasukan di sana," katanya.

Sementara pedagang lainnya, Manah mengaku sudah turun-temurun berjualan di Jalan Raya Puncak.

Saat itu, orang tuanya yang merupakan pensiunan karyawan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) Gunung Mas mendapat izin membuka warung di tempat tersebut.

"Sekarang pemerintah tega membongkar warung kami semua, padahal pindah ke rest area juga bukan solusi. Karena kami semua sudah coba buka di sana tapi gak ada hasil," tandasnya.(cok)

Editor : Yosep Awaludin
#bogor #puncak #pedagang #pembongkaran