RADAR BOGOR, Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah (Perumda) PT Sayaga Wisata, Supriadi Jufri mengatakan bahwa pasca relokasi PKL, kawasan Rest Area Gunung Mas Puncak saat ini sudah banyak ditempat para pedagang.
Mengenai jumlah pedagang yang masuk, Dirut PT Sayaga Wisata itu menegaskan bahwa hampir 150 pedagang yang sudah mulai melakukan aktifitas perdagangan di Rest Area Gunung Mas Puncak.
“Dari 316 blok (lapak) yang sudah dibongkar, orangnya kurang lebih 200 lah, jadi sudah masuk 150 kalau kita hitung,” tegasnya.
Sebelumnya, kata Supriadi beberapa pedagang yang sudah masuk ke rest area memang sudah memiliki kunci kios masing masing.
“Mereka kan pada dasarnya sudah pegang kunci, jadi begitu masuk mereka tidak lapor ke sini, langsung masuk (ke rest area),” tambahnya.
Tidak hanya para pedagang, Supriadi mengaku, pengunjung yang datang ke Rest Area Gunung Mas Puncak juga semakin meningkat.
“Sangat. Apalagi pak Bupati menyampaikan selama 6 bulan dibebaskan semuanya,” kata Supriadi pada wartawan.
Hanya saja Supriadi menjelaskan, pihaknya hingga saat ini masih menerima beberapa keluhan dari para pedagang dan wisatawan, salah satunya keamanan lahan parkir Rest Area Gunung Mas Puncak.
“Tapi Pedagang minta tetep ada parkir, karena kalo malem (khawatirnya) rawat kejahatan, tetep ada parkir tapi diflat mungkin motor Rp 3 ribu, mobil Rp 5-10 ribu, sementara itu saja,” ujarnya.
Selain parkir, guna meningkatkan pertumbuhan para pedagang, kata Supriadi, pedagang pedagang itu meminta adanya festival pertunjukan.
“Kemudian pedagang pengen ada pertunjukan seni dan budaya, makanya kami berbicara dengan pak Sekda minta (adanya) pasar festival, jadi tidak hanya malam Minggu,” ucap Supriadi.
Supriadi menegaskan bahwa pihaknya siap menanggung beberapa keperluan festival, seperti listrik, tempat, dan alat musik. “Tapi pedagang harus mau patungan buat penyanyinya,” tungkasnya.(cr1)
Editor : Alpin.