RADAR BOGOR, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menempatkan Kecamatan Bogor Selatan, sebagai wilayah kecamatan dengan transaksi game online terlarang paling tinggi di Indonesia.
Transaksi di Bogor Selatan tersebut melibatkan 3 ribu lebih pemain game online terlarang.
Menyikapi tingginya kasus game online terlarang ini, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkompinca) tengah gencar sosialisasi ke masyarakat.
Sosialisasi ini dilakukan guna mencegah kenaikan kasus dan membasmi game online terlarang itu.
Camat Bogor Selatan, Irman Khaeruddin mengatakan salah satu upaya sosialisasi lewat penyebaran spanduk.
Ini tersebar di 16 kelurahan di Bogor Selatan dan ada puluhan flyer disebar di media sosial.
"Ini tidak lanjut rakor terkait kondisi kasus game online terlarang itu. Ini bersama jajaran forkopimcam dan organisasi masyarakat maupun kepemudaan semua ikut mengedukasi," katanya.
Setiap organisasi maupun perangkat pemerintahan akan memberi edukasi dan pemahaman. Sesuai dengan peran dan tupoksinya masing-masing.
"Salah satu contohnya yautu penyampaian edukasi bahaya game online terlarang lewat spanduk dan flyer," bebernya.
Edukasi ini dilakukan secara preventif dan terus menerus. Diharapkan dengan pendekatan ke masyarakat yang melibatkan banyak stakeholder bisa berdampak signifikan.
"Ini untuk sementara yang kita lakukan sambil proses mencari tahu penyebab dan dampaknya," ujarnya.
Lebih jauh, Ia mengimbau agar masyarakat untuk menjauhi game online terlarang. Orang tua juga diajak untuk berperan aktif mengontrol anaknya bermain gadget sebab bisa menjurus ke perilaku bermain game online.
"Harapannya semoga edukasi dari stakeholder di Bogor Selatan dapat memberikan pemahaman dan kesadaran baik untuk yang bermain atau masyarakat akan bahaya nya game online terlarang ini," harapnya.(rp1)
Editor : Alpin.