RADAR BOGOR- Warpat Puncak menjadi target penertiban tahap kedua yang akan dilakukan Pemerintah Kabupaten Bogor dalam waktu dekat.
Kabar itu tentu mengejutkan bagi orang yang penasaran hingga memiliki sejuta kenangan di tempat ikonik Warpat Puncak tersebut.
Tidak dipungkiri, Warpat punya daya magnet tersendiri bagi wisatawan yang melancong ke Kawasan Puncak, Bogor.
Suasana romantis dengan suguhan pemandangan kebun teh dan pegunungan membuat Warpat selalu ramai pengunjung.
Berawal pada tahun 2010, lahan tempat berdirinya Warpat merupakan bekas pangkalan angkot Cipanas - Cianjur.
Memang lokasi Warpat Puncak ini merupakan perbatasan antara Bogor dengan Cianjur.
"Waktu tahun 2011 ada peristiwa kebakaran di sini, kemudian jadi sepi. Setelah itu baru muncul warung-warung kecil awalnya," ucap pengelola Warpat Puncak, Saepuloh, Rabu (3/7).
Kemudian di tahun berikutnya, kata dia, warung - warung tersebut sering didatangi anak-anak sekolah dari SMAN 82 Jakarta yang disebut Patra 82.
Alhasil, tempat tersebut semakin ramai dan dikenal dengan nama Warpat sebagai singkatan dari Warung Patra.
Sejak beberapa tahun terakhir, pengelola Warpat mendapat izin kerja sama penggunaan lahan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Total ada sebanyak 18 warung yang berada di area warpat yang berjualan kopi, mie instan dan menu seperti warung kopi pada umumnya.
Warpat juga memiliki lahan parkir yang cukup luas dengan segala kontroversinya. Pemberitaan pungli di Warpat acapkali membuat pengelola harus berurusan dengan kepolisian.
"Padahal kalau yang di lahan parkir di kita tarif biasa, kita juga ada CCTV untuk keamanan kendaraan. Kalau yang di luar area kami itu bukan tanggung jawab kita," tutur Saepuloh.
Mengenai kabar akan ditertibkannya Warpat, dia mengaku menyerahkan sepenuhnya ke pihak yang berwenang. Meski begitu, dia berharap ada kebijaksanaan agar Warpat tetap dapat berdiri dengan terus menyumbang pajak ke pemerintah.
"Kalau pun harus punya izin ya kami juga coba urus perizinannya," tandasnya.(cok)
Editor : Alpin.