RADAR BOGOR - Memasuki pertengahan 2024, Jalan Tol BORR (Bogor Outer Ring Road) seksi III B yang sudah sampai Simpang Semplak-Junction Salabenda, belum ada tanda-tanda akan dilanjutkan.
Padahal sebelumnya, Proyek Strategis Nasional (PSN) Tol BORR yang dikerjakan oleh Marga Sarana Jabar ini, dijadwalkan dimulai pertengahan 2024.
Hingga saat ini, belum ada pembahasan perihal ganti untung bidang tanah yang bakal tergusur proyek Tol BORR seksi III B tersebut.
"Belum ada kabar terbaru soal Tol BORR seksi III B," kata Sekdes Parakan Jaya Kemang, Sa'ad kepada Radar Bogor Minggu (7/7/2024).
Sementara itu, kata dia pihaknya baru mendapatkan informasi soal pertemuan perihal kelanjutan Tol BORR. Namun, untuk waktunya masih menunggu.
"Informasi bakal ada pertemuan, namun untuk waktunya belum tahu kapannya. Sampai hari ini belum ada kabar lagi," tuturnya.
Hal senada dikatakan Sekdes Kemang, Rahmat. Kepasa Radar Bogor ia mengatakan hingga saat ini belum ada lagi pertemuan yang membahas perihal kelanjutan Tol BORR seksi III B.
Sementara itu, Ujang Sefulloh warga Desa Parakan Jaya berharap pembangunan Tol BORR seksi III B ini bisa terealisasi. Kata dia keberadaan Tol BORR ini dinanti oleh masyarakat Bogor.
"Kalau saya sangat menanti sih. Apalagi nanti kan ini terhubung dengan jalan tol Depok-Antasari. Sehingga menjadi jalan alternatif dari Jakarta menuju Bogor atau sebaliknya," tuturnya.
Seperti diketahui, Tol BORR seksi III B rencananya akan dibangun pada 2024. Ruas tol seksi III B ini memiliki panjang 2,5 kilometer.
Di Kecamatan Kemang ada dua desa yang terdampak. Yakni Desa Kemang dan Desa Parakan Jaya.
Adapun Tol BORR merupakan bagian dari Jakarta Outer Ring Road (JORR) III. Saat ini pembangunan BORR sudah sampai seksi IIIA Simpang Yasmin - Simpang Semplak. (all)
Editor : Yosep Awaludin