RADAR BOGOR, Pemilik Rumah Budaya HMA di Desa Kuta, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Halimah Munawir, dilantik menjadi Dewan Kasepuhan atau Pinisepuh Sunda.
Halimah Munawir dilantik dalam acara Majelis Musyawarah Sunda (MMS) di Gedung Sate, Kota Bandung, pada Senin (8/7/2024). Acara ini juga dihadiri Sekda Jawa Barat Herman Suryatman.
"Alhamdulillah, saya salah satu di antara penggiat budaya yang dilantik menjadi Dewan Kasepuhan atau Pinisepuh Sunda," ucap Halimah Munawir kepada wartawan, Selasa (9/9/2024).
Dia menuturkan, walaupun sebagai pemilik Rumah Budaya HMA di Kabupaten Bogor, namun keberadannya di acara MMS merupakan perwakilan Betawi.
"Karena pada hakekatnya jika menilik sejarah, peradaban Sunda lebih dulu ada sebelum Betawi. Sunda Kelapa dengan asal muasal namanya adalah salah satu saksi bisu dari kejayaan Sunda," tuturnya.
Sastrawan dan penggiat budaya ini menjelaskan, Sunda Kelapa dulunya merupakan pelabuhan Kerajaan Sunda atau lebih dikenal sebagai Kerajaan Pajajaran.
Kerajaan Pajajaran yang beribu kota di Kelurahan Pakuan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, yang dikemudian hari direbut pasukan dari kerajaan lain yang berada di sekitar Bogor.
"Meski lahir di Cirebon, besar di Jakarta dan menua di Kabupaten Bogor, sedikit banyak saya mengetahui budaya Sunda karena selama ini menyukai Budaya Sunda yang termasuk dalam keanekaragaman budaya nusantara," jelasnya.
Sementara itu, Sekda Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman menuturkan, pihaknya menyambut baik kehadiran MMS.
Dia pun mengajak untuk saling berkolaborasi dalam upaya mengakselerasi kemajuan Provinsi Jawa Barat.
"Yang paling utama adalah tindak lanjutnya. Kita termasuk MMS punya pekerjaan rumah untuk turut menurunkan stunting, kemiskinan, dan pengangguran karena semua permasalahan itu harus diselesaikan dengan cara super team, gotong royong, sabilulungan. Tentu di dalamnya ada MMS," tutur Herman Suryatman.
Pihaknya juga telah mendengar berbagai aspirasi, arahan serta masukan dari para sepuh MMS. Semua itu, akan ditindaklanjuti oleh jajaran Pemprov Jawa Barat.
"Ini harus dilakukan secara bertahap, tapi juga akseleratif, jangan pakai lama. Kami harus lakukan akselerasi untuk kemajuan Jawa Barat," tandasnya.(cok)
Editor : Alpin.