RADAR BOGOR - Sejak pagi, Wawan belum berhenti. Tangannya terus mengaduk adonan dodol berwana hitam kecoklatan.
Adonan dodol itu berada di atas wajan besar. Diameternya sekitaran 1 meter. Wajan panas berisi adonan itu diletakan diatas tungku.
Membuat dodol menjadi salah satu mata pencaharian Wawan. Warga Kampung Anyar, Desa Semplak Barat, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor itu sudah puluhan tahun menggeluti pekerjaan itu. Menjadi pengerajin dodol.
Untuk membuat dodol, dibutuhkan waktu kurang lebih 6 jam. Proses pembuatan biasanya dilakukan sejak pagi hingga sore hari. "Dari mulai mengaduk hingga jadi dodol," katanya kepada Radar Bogor Selasa (16/8/2024).
Di Kampung Anyar itu hampir setiap rumah memproduksi dodol. Selain dodol, ada juga rangginang. Dua kudapan itu menjadi ciri khas kampung tersebut.
Kades Semplak Barat ABD. Rahman mengatakan, desanya menjadi sentral pengrajin dodol dan rengginang. Paling banyak di Kampung Anyar.
"Di sana hampir semua rumah, memproduksi. Ada yang dodol dan rangginang sekaligus, ada pula yang hanya produksi dodol, atau rengginang saja," kayanya kepada Radar Bogor Selasa (16/7/2024).
Untuk pasarnya sendiri, dodol dan rengginang dari Kampung Anyar, Desa Semplak, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor itu sudah dipasarkan ke luar negeri. "Ada yang sampai mengekspor hingga Hongkong," tukasnya. (all)
Editor : Yosep Awaludin