RADAR BOGOR - Usai diberitakan salah satu dari tiga korban ledakan gas di kota Bogor meninggal dunia, ternyata informasi tersebut tidak benar.
Hal ini disampaikan langsung Paman Korban Samsudin (49) yang menegaskan ketiga keponakannya masih dalam keadaan hidup di Bogor.
Walaupun demikian ketiga korban harus mengalami luka bakar di atas 30 persen. Korban berinisial S (7), A (24), dan M (10) ini pun harus menjalani operasi di RS PMI Bogor.
"Dua diantaranya yaitu S dan A sudah jalani operasi. Sedangkan yang M rencananya besok baru dioperasi," katanya kepada Radar Bogor di RS PMI, Jumat (19/7/2024).
Kebakaran ini sebelumnya terjadi di Tegal Mangga, RT.01/RW.05, Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor pada Kamis (18/7/2024) kemarin.
Dia menjelaskan kondisi ketiganya pun sudah mulai membaik. Namun korban belum bisa diajak berbicara.
"Mereka ini dioperasi sekitar 4 jam secara bergantian. Pertama yang S dulu lalu disusul A," ujarnya.
Samsudin menerangkan, akibat kejadian ini keluarga dan orang tua korban sangat terpukul. Mereka tidak menyangka kejadian ini akan menimpa ketiga anaknya.
"Mereka ini bersaudara lima orang yang kena itu anak pertama, keempat, dan kelima. Sedangkan 2 lagi tidak berada di rumah," terangnya.
Kronologi kebakaran sendiri, kata dia, terjadi setelah M mencoba menyalakan kompor untuk memasak sesuatu.
Saat itu di rumah hanya ada mereka bertiga sehingga saat gas meledak ketiganya langsung terkena ledakan.
"Akibat ledakan rumah hancur semua dan ketiganya pun jadi korban," ungkapnya.
Sementara itu, Kabid Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Damkar Kota Bogor Muhamad Ade Nugraha menyebut api yang keluar akibat ledakan membesar di dalam rumah.
Sebab kurangnya ventilasi sehingga korban langsung terbakar dan tidak memiliki kesempatan untuk menyelamatkan diri.
"Pemadamannya cukup cepat, karena kami datang juga sudah hampir padam. Apalagi TKP ini dekat dengan MCK sehingga warga sudah melakukan pemadaman mandiri duluan," jelasnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga