Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Waduh! Pasien Diabetes Melitus Meningkat Tajam, Kasus Gagal Ginjal Kronik di Kota Bogor Capai 1.895 Orang

Reka Faturachman • Senin, 5 Agustus 2024 | 18:57 WIB
Ilustrasi Gagal Ginjal.
Ilustrasi Gagal Ginjal.

RADAR BOGOR - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor mencatat adanya peningkatan signifikan pada jumlah pasien diabetes melitus di Kota Bogor.

Dalam data terakhir dari Puskesmas dan Rumah Sakit di Kota Bogor, di tahun 2023 terdapat 21.297 orang yang mengalami diabetes melitus.

Jumlah pasien diabetes melitus Kota Bogor meningkat 3.627 orang jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2022) yakni sebanyak 17.670 orang.

Kondisi ini pun turut berdampak pada peningkatan jumlah kasus penyakit gagal ginjal kronik.

Di tahun 2023 Dinkes mencatat ada 1895 kasus gagal ginjal kronik yang terjadi di Kota Bogor. Padahal di tahun 2022 kasus gagal ginjal kronik hanya mencapai 1408 kasus saja.

Akibat kondisi ini, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Sri Nowo Retno meminta masyarakat untuk mewaspadai konsumsi gula yang berlebihan.

Retno menerangkan, gula memang merupakan salah satu sumber energi yang dibutuhkan manusia. Namun, jika berlebihan, gula dapat menyebabkan obesitas dan diabetes tipe 2.

"Mengkonsumsi gula berlebih dapat berisiko menyebabkan obesitas, sehingga menyebabkan adanya penumpukan lemak etopik di dalam otot. Hal ini kemudian menyebabkan adanya resistensi insulin. Resistensi insulin berarti bahwa sel-sel tubuh tidak merespons insulin dengan baik yang mengakibatkan kadar glukosa darah tetap tinggi. Inilah yang kemudian menyebabkan diabetes melitus tipe 2," jelas dia.

Selain menyebabkan diabetes, Retno menyebut, konsumsi gula berlebihan juga dapat mempengaruhi kesehatan ginjal.

Kadar glukosa darah yang tinggi akibat konsumsi gula yang berlebihan dapat merusak pembuluh darah di ginjal dan mengganggu fungsi ginjal.

Konsumsi gula berlebihan, misalnya dari minuman manis dan makanan olahan juga dapat meningkatkan risiko hipertensi.

Tekanan darah tinggi inilah yang menjadi salah satu faktor utama yang dapat merusak pembuluh darah di ginjal dan berkontribusi pada penyakit ginjal kronis.

"Pada orang yang sudah menderita diabetes, konsumsi gula yang tidak terkontrol dapat memperburuk kondisi ginjal. Peningkatan kadar glukosa darah mempercepat kerusakan ginjal pada penderita diabetes yang dapat mengarah pada penyakit ginjal diabetik yang dapat menyebabkan gagal ginjal jika tidak diobati," paparnya.

Untuk mengurangi risiko diabetes tipe 2 dan gangguan ginjal, Retno mengatakan masyarakat mesti mengendalikan konsumsi gulanya.

Adapun anjuran batas konsumsi Gula Garam Lemak GGL yang disarankan oleh Kemenkes RI yaitu gula per orang per hari 50 gram (4 sendok makan), garam per orang per hari 2.000 miligram natrium/sodium atau 5 gram (1 sendok teh), dan lemak per orang per hari 67 gram (5 sendok makan).

Langkah yang bisa dilakukan di antaranya, memperhatikan Label Makanan (Nutrition Facts), kurangi minuman manis, memilih karbohidrat kompleks, serta didukung dengan meningkatkan aktivitas fisik.

Retno mengungkapkan, Dinkes telah melakukan upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya hidup sehat.

Misalnya menggelar pertemuan dengan dokter, perawat, dan ahli gizi dari 25 Puskesmas yang ada di Kota Bogor membahas soal pencegahan pada prediabetes.

Selain kegiatan pertemuan, dilaksanakan juga kegiatan pencegahan dan pengendalian faktor risiko penyakit tidak menular dan kesehatan jiwa melalui kegiatan deteksi dini, pemantauan kesehatan secara berkala Pamong Walagri bagi seluruh ASN di Kota Bogor.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#bogor #gagal ginjal #diabetes melitus