Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Penjual Pernak-pernik Agustusan Menjamur di Kota Bogor, Segini Keuntungannya Dalam Sehari

Fikri Rahmat Utama • Selasa, 6 Agustus 2024 | 13:41 WIB
Penjual pernak-pernik khas Agustusan di Jalan Sudirman Kota Bogor.
Penjual pernak-pernik khas Agustusan di Jalan Sudirman Kota Bogor.

RADAR BOGOR - Sejumlah penjual pernak-pernik khas Agustusan atau bulan Kemerdekaan Indonesia mulai menjamur di Kota Bogor. Mereka bisa ditemui di sejumlah ruas jalan seperti di Jalan Sudirman dan Ahmad Yani.

Para penjual pernak-pernik Agustusan itu diketahui berasal dari luar Bogor. Beberapa di antaranya dari Cirebon, seperti Adi Irwan (25).

Ia mengatakan datang berjualan di Jalan Sudirman tepatnya depan Kodim 0606 Kota Bogor hanya saat bulan Agustus. Dirinya datang bersembilan orang untuk berjualan pernak-pernik tersebut.

"Kami datang bawa barang dari sana, dari bos yang kasih. Jadi saya jual di sini sampai mendekati tanggal 17," katanya, Selasa (6/8/2024) kepada Radar Bogor.

Dia datang untuk berjualan selama kurang lebih dua minggu. Di sini mereka mengontrak rumah untuk tinggal sementara.

"Saya berjualan di depan sini bersama kakak dan keponakan. Jadi sepanjang jalan ini kami yang berjualan," ujarnya.

Harga pernak-pernik dan aksesoris yang ditawarkan Adi pun beragam. Untuk backdrop sepanjang 10 meter dibandrol dengan harga Rp250, lalu ukuran 5 meter seharga Rp150 ribu.

Kemudian bendera Merah Putih dijual dengan menyesuaikan ukuran. Untuk yang kecil seharga Rp25 ribu, ukuran sedang Rp50 ribu, dan besar seharga Rp150 ribu.

"Ada juga aksesoris mobil dan motor itu harganya Rp5 ribu sedangkan umbul-umbul seharga Rp15-25. Bisa ditawar-lah sesuai kesepakatan aja kalau mau lebih murah," ungkapnya.

Dia biasanya berjualan mulai dari pukul 06.00 sampai 17.00 WIB. Namun bila cuaca tidak mendukung seperti hujan deras, dirinya bisa tutup lebih cepat.

Seharian berjualan, Adi mengaku meraup keuntungan mulai dari ratusan ribu sampai jutaan rupiah. Ini tergantung dari ramai atau tidaknya pembeli yang datang ke tempatnya.

"Penghasilan sehari kalau sepi Rp700-500 ribu, kalau ramai bisa sampai Rp1,5 juta," akuinya.

Saat ini belum memasuki puncak penjualan. Puncak penjualan biasanya terjadi mulai dari tanggal 10-17 Agustus nanti.

Setelah tanggal 17 dia biasanya berhenti berjualan selain karena sudah habis pemikat juga menjadi menurun.

"Saya sudah 8 tahun jualan di tempat ini. Pernah dikunjungi Jokowi pada 2018 lalu, dia datang untuk melihat dan membeli pernak-pernik. Dulu pernah diusir Satpol PP tapi saya protes jadi diizinkan berjualan lagi," ungkapnya.

Salah satu pembeli, Neneng mengaku membeli pernak-pernik untuk meramaikan bulan kemerdekaan Indonesia. Dia membeli backdrop untuk dipasang di depan rumahnya.

"Kita kan sebagai rakyat turut bangga menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia jadi ikut pasang," katanya.

Selain backdrop dirinya berencana untuk memasang juga umbul-umbul dan bendera Merah Putih. Ini agar halaman depan rumahnya lebih terlihat meriah.

"Kalau dipasang banyak kan lebih kelihatan bagus begitu jadi saya mau pasang saja," ujarnya. (rp1)

Editor : Yosep Awaludin
#kota bogor #pernak-pernik #agustusan