Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Capai UHC 101,4 Persen, Kota Bogor Dapat Penghargaan Kategori Utama dari BPJS Kesehatan

Reka Faturachman • Jumat, 9 Agustus 2024 | 10:45 WIB
Kota Bogor menerima penghargaan dari BPJS Kesehatan.
Kota Bogor menerima penghargaan dari BPJS Kesehatan.

RADAR BOGOR - Kota Bogor kembali mendapatkan penghargaan dari BPJS Kesehatan sebagai Kota Terbaik dalam pencapaian Universal Health Coverage (UHC) 2024.

Penghargaan untuk Kota Bogor itu diserahkan diterima langsung oleh Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia, Ma'ruf di Krakatau Ballroom, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Kamis (8/8/2024).

UHC Kota Bogor mencapai angka 101,4 persen. Berkat capaian itu Kota Bogot pada tahun ini mendapat predikat Kategori Utama.

Piala penghargaan ini diraih Kota Bogor bersama dengan 135 kota dan kabupaten lainnya se-Indonesia yang juga mendapat Kategori Utama.

Sekretaris Daerah Kota Bogor, Syarifah Sofiah mengatakan, ini tahun ketiga Kota Bogor masuk ke dalam nominasi Kota Terbaik pencapaian UHC.

"Jadi dengan kategori ini merupakan hasil kita mempertahankan kepesertaan BPJS Kesehatan dan mempertahankan keaktifan keanggotaannya dalam iuran, serta untuk memudahkan pelayanan BPJS Kesehatan masyarakat Kota Bogor," kata Syarifah.

Syarifah berharap, predikat ini dapat dipertahankan. Sebab ke depan, klasifikasi dan persyaratan UHC akan alami perubahan-perubahan.

"Mudah-mudahan iuran dan keaktifannya bisa terus dipertahankan. Tidak ada tunggakan, kemudian juga masyarakatnya bisa mendapatkan pelayanan yang terbaik. Namun yang pasti kita harapkan semua masyarakat Kota Bogor sehat semua," ucap Syarifah.

Dari data BPJS Kesehatan Kota Bogor, jumlah penduduk Kota Bogor sebanyak 1.122.772 jiwa pada semester pertama tahun 2023.

Dari 1.134.634 jiwa, atau 101,06 persen dari total penduduk semester pertama tahun 2023, terdaftar sebagai peserta JKN hingga 1 Mei 2024.

Jumlah peserta JKN yakni peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) yang iurannya ditanggung oleh pemerintah pusat sebanyak 375.535 jiwa atau 33,10 persen.

Peserta Pekerja Penerima Upah/Bukan Pekerja (PBPU/BP) Pemda yang iurannya ditanggung oleh Pemkot Bogor sebanyak 189.467 jiwa atau 16,70 persen.

Peserta PPU (Pekerja Penerima Upah) sebanyak 352,664 jiwa atau 31,08 perseb. Dan, Peserta PBPU (Mandiri) sebanyak 179,167 jiwa atau 15,79 persen; dan Peserta BP (Bukan Pekerja) sebanyak 37.799 jiwa atau 3,33 persen. Dari 1.134.634 peserta JKN, 235.260 orang, atau 20,73 persen, adalah non-aktif.

Wakil Presiden, Ma'ruf Amin berterima kasih kepada seluruh Pemerintah Daerah karena telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam mendukung program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Pencapaian UHC di berbagai daerah ini mencerminkan komitmen negara untuk memberikan jaminan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia,” ucap Wapres.

Wapres menekankan, pentingnya sinergi antara Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Kementerian/Lembaga, dan Pemerintah Daerah dalam memastikan seluruh penduduk terdaftar sebagai peserta aktif JKN.

"Pemerintah Pusat, Daerah, dan fasilitas kesehatan paastikan akses layanan kesehatan yang merata bagi semua warga negara," ungkap Amin. (fat)

Editor : Yosep Awaludin
#kota bogor #penghargaan #bpjs kesehatan