RADAR BOGOR, Warga Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, sepertinya belum merdeka dari jalan rusak. Sebab, masih banyak ruas jalan raya di Parung Panjang yang hancur.
Salah satunya ruas Jalan Moh Toha, Desa Lumpang, Kecamatan Parung Panjang. Jalan di sana bukan saja rusak, tapi juga bergelombang.
Truk yang melintas di Jalan Raya Parung Panjang ini dibuat goyang-goyang. Tidak hati-hati, bisa saja terbalik.
Sudah banyak kejadian seperti itu di sana. Saat kemarau seperti ini, hujan debu terjadi di sana. Debu tebal beterbangan.
Bagi warga sana, sudah terbiasa. Radar Bogor mudah menemui pengendara motor, menembus tebalnya debu jalanan rusak di Parung Panjang tanpa mengunakan helm.
Namun rata rata, mengunakan masker. Meski saat ini sudah tak wajib masker.
"Yang penting masker lewat sini, pakai helm gak pakai masker, tetap pengap," kata Rizki warga Desa Lumpang, kepada Radar Bogor.
Debu jalan rusak dan muatan truk tambang juga terasa hingga rumah warga yang ada di pinggir jalan.
Era Salah satunya. Rumahnya berada di pinggir jalan Moch Toha. Selama musim kemarau ia lebih rajin menyapu lantai.
Juga menyiram air di depan rumah untuk mengurangi debu yang masuk ke rumah. "Kalau kemarau gini hujan debu sebutnya warga di sini," katanya kepada Radar Bogor.
Lubang di Ralan Moch Toha, Desa Lumpang, Kecamatan Parung Panjang besar-besar. Ukurnya ada yang hampir satu meter.
Hal itu dikatakan oleh Kades Lumpang, M Rodis Faisal. Kepada Radar Bogor, ia mengatakan jalan rusak di desanya mencapai 6 kilometer.
Kondisi jalan rusak dimana-mana. "Paling kecil, lubang 60 sentimeter. Ada yang sampai 80 sentimeter," katanya kepada Radar Bogor.
Ia tak menampik, saat musim kemarau, warga yang tinggal di pinggir jalan disuguhkan dengan "hujan debu". Setiap hari.
"Paling terdampak debu itu yang rumahnya di pinggir jalan," katanya kepada Radar Bogor.
Soal kecelakaan, kades mengaku sering mendengar laporan tersebut. Kata dia setiap Minggu dirinya selalu mendapatkan informasi adanya kecelakaan. "Ada saja informasi kecelakaan. Ada ketiban batu, ada yang jatuh," ujarnya.
Ia berharap jalan tersebut segera diperbaiki. Juga meminta masyarakat Desa Lumpang tidak menyerah serta terus berjuang agar perbaikan jalan bisa terealisasi tahun ini.
Kondisi jalan rusak ini sudah terjadi bertahun- tahun. Penyebabnya truk tambang. Masyarakat Parung Panjang belum merdeka dari jalan rusak.
Berbagai upaya terus dilakukan agar jalan di Parung panjang mulus. Salah satunya demo besar besaran.
Hasilnya masih sama. Jalan Parung Panjang masih tetap rusak. Pemerintah Kecamatan Parung panjang bukan tanpa upaya. Mereka terus mengusulkan agar jalan di Parung panjang bisa segera diperbaiki.
"Kami tidak pernah henti hentinya, setiap ada kesempatan selalu menyampaikan perihal kondisi jalan di Parung panjang ini. Kami selalu usulkan, baik ke pemerintah di tingkat provinsi maupun pusat," kata Camat Parung Panjang, Chairuka Judhyanto Nugroho Kepada Radar Bogor.
Camat mengaku merasakan betapa menderitanya warga Parung Panjang. Kata dia, kondisi jalan yang rusak juga berada tidak jauh dari kantor Kecamatan.
Hampir setiap hari merasakan apa yang dirasakan warganya. "Merasakan bagaimana rusaknya jalan di sini," tuturnya.
Camat hanya meminta masyarakat bersabar serta berjuang bersama hingga jalan rusak di Parung Panjang, segera diperbaiki. (all)
Editor : Alpin.