RADAR BOGOR - Tradisi Rebo Wekasan terus dilestarikan para budayawan dan aktivis Puncak Bogor.
Tradisi Rebo Wekasan umat muslim dalam bentuk sedekah ketupat di Rest Area Gunung Mas Puncak Bogor itu, dimaknai sebagai rasa syukur dan menolak berbagai hal-hal buruk yang diturunkan oleh yang maha kuasa.
Tokoh masyarakat Puncak Bogor, Ustaz M Ibnu Malik mengatakan, bahwa Rebo Wekasan ini menjadi kegiatan rutin tahunan yang diselenggarakan masyarakat Puncak.
"Pada Rebo Wekasan ini, kita menolak berbagai wabah dan kesulitan dari yang mungkin akan diturunkan Allah SWT. Oleh karenanya, masyarakat Puncaj melaksanakan berbahi amalan khusus sebagai upaya mendapat perlindungan dan keselamatan," ungkapnya pada kegiatan tersebut di Rest Area Gunung Mas Puncak, Cisarua, Rabu (4/9).
Di samping, itu Ibnu Malik, kegiatan ini juga sebagai ajang silaturahmi dengan para tokoh agama dan juga masyarakat di Puncak, Bogor.
Dia berharap, tradisi Rebo Wekasan ini mendapat keputusan agar menjadi kegiatan yang wajib diperingati setiap tahunnya.
"Tentu dengan forum Puncak Ngahiji yang menginisiasi dan menjadi forum yang menghubungkan antar lembaga di Kawasan Puncak," tutur ulama muda tersebut.
Di tempat yang sama, Sekretaris Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bogor, Budi CW mengatakan, tradisi Rebo Wekasan yang hatuh pada hari Rabu terakhir di bulan safar harus terus dilestarikan.
Disbudpar sendiri mendukung agar kegiatan tersebut menjadi agenda rutin tahunan yang diselenggarakan di Rest Area Gunung Mas.
"Tentu harus kita lanjutkan sebagai agenda tahunan, dan akan dibuat lebih baik dan meriah agar lebih banyak masyarakat yang berpartisipasi," tandasnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga