Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Dokter RSUD Kota Bogor Beberkan Tata Cara Memberikan Bantuan pada Kasus Henti Jantung

Reka Faturachman • Kamis, 26 September 2024 | 17:49 WIB
Dokter RSUD Kota Bogor Beberkan Tata Cara Memberikan Bantuan pada Kasus Henti Jantung
Dokter RSUD Kota Bogor Beberkan Tata Cara Memberikan Bantuan pada Kasus Henti Jantung

RADAR BOGOR - Kasus henti jantung jadi sorotan RSUD Kota Bogor, akibat kerap terjadi secara tiba-tiba, dan membuat masyarakat bingung dengan tindakan dan langkah yang mesti dilakukan.

Oleh karena itu untuk menyambut Hari Jantung Sedunia yang dirayakan setiap tanggal 29 September, RSUD Kota Bogor membagikan edukasi mengenai penanganan darurat pada kasus henti jantung.

Edukasi bantuan kasus henti jantung tersebut, disampaikan melalui Podcast Kesehatan (Podkes) yang disiarkan melalui akun YouTube RSUD Bogor Daily. 

Dalam video itu, Dokter Spesialis Jantung RSUD Kota Bogor dr Indera Noor Achmad menerangkan, kasus henti jantung dapat terjadi akibat serangan jantung, serta irama jantung yang tidak teratur.

"Serangan jantung terjadi karena adanya penyumbatan darah. Akibatnya muncul nyeri dada bertaraf ringan sampai berat. Kalau sampai collapse bisa menyebabkan henti jantung," jelasnya.

Seseorang yang mengalami henti jantung perlu mendapat penanganan segera.

Bahkan dalam hitungan menit per menit. Oleh karena itu mereka membutuhkan bantuan dari orang lain yang ada di sekitarnya.

Indera mendorong masyarakat untuk tidak tutup mata dan telinga, apabila terdapat seseorang yang tiba-tiba terjatuh akibat mengalami henti jantung.

Terlebih hanya mengambil handphone dan memvideokan kejadian tersebut. Sebaliknya, masyarakat didorong melakukan Bantuan Hidup Dasar (BHD)

"Pertama, yang mesti dilakukan mengecek lokasi. Pastikan tempat tersebut aman, jangan sampai justru membahayakan diri sendiri. Kemudian kenali pasien. Pasien yang mengalami henti jantung itu ketika diraba tidak ada nadinya," terang dia.

Setelah itu, masyarakat disarankan untuk menghubungi bantuan dari petugas medis.

Sembari menunggu bantuan datang, masyarakat didorong melakukan chest compression atau pijat jantung.

"Langkah itu dilakukan 100-120 kali per menit secara cepat dan dalam. Chest compresaion bertujuan agar supaya aliran darah ke organ vital tetap terjaga," jelasnya.

Untuk mencegah adanya kasus henti jantung ia menyarankan masyarakat melakukan pola hidup sehat dengan menjaga tingkat kolestrol, gula darah, dan rutin berolahraga.

Agar tidak terjadi penyumbatan pada pembuluh darah yang bisa memicu serangan jantung dan henti jantung.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#bogor #rsud #henti jantung #edukasi