RADAR BOGOR, Sejumlah lampu tanda peringatan atau warning light di ruas Jalan Raya Bogor-Parung, Kabupaten Bogor, rusak dan tidak berfungsi.
Penyebabnya, solar cell atau baterai bertenaga surya hilang dicuri.
Salah satunya di Ruas Jalan Raya Bogor-Parung, tak jauh dari pertigaan menuju Batalyon Kopassus Bogor.
Warning light itu berada di sebelah kiri jalan, jika dari arah Parung. Berada di tikungan sebelum pertigaan batalyon Kopasus.
Pantauan Radar Bogor, nampak kotak penyimpanan baterai bertenaga surya warning light tersebut terbuka. Di dalamnya kosong.
"Iya, sudah lama itu rusak, batereinya dicuri, belum pernah ada perbaikan," kata Mulyana, warga Kemang kepada Radar Bogor, Kamis (7/11/2024).
Rusaknya warning light akibat dicurinya baterai itu mengakibatkan tingginya angka kecelakaan di ruas jalan tersebut.
Mengingat lokasi warning light itu berada di tikungan sebelum pertigaan. Terkahir kecelakaan terjadi di lokasi dan merenggut nyawa balita akibat terlindas truk.
"Sering kecelakaan, sampai ada yang tewas. Karena ini tikungan diujung ada pertigaan, orang kadang gak tau," tuturnya.
Iapun berharap agar warning light tersebut kembali diperbaiki dan difungsikan.
Agar pengendara lebih hati hati saat memasuki tikungan dan pertigaan di ruas Jalan Bogor-Parung itu.
"Kalau bisa, segera diperbaiki. Biar gak banyak korban kecelakaan," pintanya.
Untuk diketahui, warning light merupakan perangkat lampu yang dirancang untuk memberikan sinyal visual kepada pengemudi mengenai kondisi atau situasi tertentu di jalan.
Lampu ini biasanya terpasang di lokasi strategis seperti di sepanjang jalan tol, di area konstruksi, atau di titik-titik dengan potensi bahaya.
Adapun Warning light bertujuan untuk menarik perhatian pengemudi dan memberikan peringatan dini tentang potensi risiko yang ada di depan mereka. (all)
Editor : Alpin.