RADAR BOGOR - Cuaca hujan masih melanda wilayah Bogor di pekan pertama bulan Ramadhan 1447 H/2026. Mulai dari hujan dengan intensitas rendah, hingga tinggi atau hujan lebat.
Kepala Stasiun BMKG Citeko, Fatuhri Syabani menyebut bahwa kondisi ini tidak hanya terjadi di Bogor, namun juga di sejumlah wilayah lainnya.
"Hampir di seluruh Pulau Jawa, dan wilayah barat Sumatera masih cenderung hujan, terutama pada sore dan malam hari," ujarnya kepada Radar Bogor, Senin 23 Februari 2026.
Secara teori, kata Fatuhri, kondisi ini dipengaruhi oleh masih kuatnya fenomena Monsun Asia.
Saat daratan Asia mengalami musim dingin, terbentuk pusat-pusat tekanan tinggi di benua tersebut.
Selain itu, adanya pusat tekanan rendah turut memperkuat pergerakan angin yang melintasi ekuator dan membentuk pertemuan massa udara atau konvergensi.
Massa udara dingin dari Asia kemudian bertemu dengan udara hangat dan lembap di wilayah kepulauan Indonesia.
"Pertemuan ini membentuk semacam pita atau jalur hujan yang membentang dari pantai barat Sumatera hingga bagian timur Pulau Jawa," jelasnya.
Terpisah, Pelaksana Tugas Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani menyatakan, bahwa hasil analisis terkini menunjukkan adanya penguatan Monsun Asia yang membawa aliran angin baratan cukup dominan.
"Kondisi ini mempercepat pertumbuhan awan konvektif di wilayah Indonesia bagian barat dan selatan," tuturnya.
Fenomena ini juga diperkuat oleh aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang berada pada fase Samudra Hindia, serta dukungan gelombang atmosfer Kelvin dan Rossby.
Menurut Andri, kombinasi tersebut memicu perlambatan dan belokan angin (konvergensi), khususnya di pesisir selatan Jawa hingga Nusa Tenggara.
Hasil analisis juga menampakan awan hujan berwarna biru gelap yang membentuk jalur di sepanjang barat Sumatera, Pulau Jawa hingga wilayah NTB dan NTT. Kondisi ini mengindikasikan potensi hujan yang masih akan terjadi dalam beberapa waktu ke depan.
"Kombinasi faktor tersebut meningkatkan potensi hujan dengan intensitas sedang, sangat lebat hingga disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah," tandasnya.(cok)
Editor : Alpin.