
RADAR BOGOR - Tiga dekade lebih bukan waktu singkat bagi sebuah perusahaan manufaktur untuk bertahan dan terus menjalankan roda produksinya. PT Supra Teratai Metal menjadi salah satu perusahaan yang konsisten menggeluti industri pengolahan logam, khususnya produksi peralatan masak berbahan stainless steel dan aluminium antilengket.
Berdiri sejak 1990, perusahaan tersebut hingga kini tetap menjalankan aktivitas manufakturnya di Indonesia. Produk yang dihasilkan tidak hanya menyasar pasar domestik, tetapi juga dipasarkan ke pasar ekspor melalui jaringan distribusi yang berjalan secara reguler.
Untuk menopang aktivitas produksi dalam skala besar, PT Supra Teratai Metal mengoperasikan dua fasilitas manufaktur di kawasan industri Tangerang. Kedua fasilitas tersebut memiliki fungsi yang berbeda sesuai dengan jenis material dan lini produksinya.
Baca Juga: Festival Kopi Legendaris Kembali Hadir pada FMP 2026, Jadi Ajang Nostalgian Kuliner di Kota Bogor
Fasilitas pertama berada di kawasan Sewan dengan luas sekitar 20.500 meter persegi. Area ini difokuskan untuk mengolah dan memproduksi berbagai peralatan masak berbahan stainless steel.
Sementara fasilitas kedua berlokasi di kawasan Bayur dengan luas mencapai 51.000 meter persegi. Pabrik ini secara khusus menangani produksi peralatan masak berbahan aluminium antilengket.
Pembagian fasilitas produksi tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan mengoptimalkan proses manufaktur, mulai dari penempatan mesin, pengelolaan bahan baku hingga pergerakan material di dalam area pabrik.
Dari sisi kapasitas, lini produksi stainless steel tercatat mampu menghasilkan rata-rata 300 kontainer berukuran 40 kaki setiap tahun. Adapun produksi peralatan masak berbahan aluminium antilengket mencapai rata-rata 180 kontainer 40 kaki per tahun.
Kapasitas tersebut menunjukkan aktivitas produksi yang berlangsung secara berkelanjutan sekaligus memperkuat posisi perusahaan dalam rantai pasok industri pengolahan logam dan peralatan masak.
Direktur PT Supra Teratai Metal Herman Utama mengatakan, menjaga stabilitas operasional menjadi salah satu perhatian utama perusahaan setelah menjalankan kegiatan manufaktur selama puluhan tahun.
“Fokus utama dalam mengelola fasilitas industri dengan riwayat operasional yang panjang adalah memastikan stabilitas sistem dan kepatuhan terhadap standar prosedur pengolahan logam dasar,” ujar Herman.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




