Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

DJP Kumpulkan Administrasi Pajak Berbagai Negara, Bahas Tantangan Ekonomi Digital

Y
Penulis: Yosep Awaludin❯
Forum internasional Belt and Road Initiative Tax Administration Cooperation Forum (BRITACOF) ke-7 yang digelar di Hotel Mulia Senayan, Jakarta
Forum internasional Belt and Road Initiative Tax Administration Cooperation Forum (BRITACOF) ke-7 yang digelar di Hotel Mulia Senayan, Jakarta

Advertisement

RADAR BOGOR – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mendorong penguatan kerja sama perpajakan antarnegara untuk menghadapi pesatnya perkembangan ekonomi digital dan perubahan model bisnis global.

Upaya tersebut dibahas dalam forum internasional Belt and Road Initiative Tax Administration Cooperation Forum (BRITACOF) ke-7 yang digelar di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, pada 13–15 Oktober 2026.

Mengusung tema Smart Taxation, Shared Prosperity atau Perpajakan Cerdas, Kemakmuran Bersama, BRITACOF 2026 menjadi ruang bagi berbagai administrasi pajak untuk bertukar pengalaman, memperkuat kolaborasi, serta merumuskan pendekatan dalam menghadapi tantangan perpajakan lintas negara.

Advertisement

Forum ini mengangkat empat agenda utama, yakni pemanfaatan teknologi dalam administrasi perpajakan, peningkatan kualitas pelayanan kepada wajib pajak, penguatan kapasitas institusi perpajakan, serta pengembangan dialog dengan dunia usaha dan industri.

Sejumlah pejabat dan perwakilan internasional menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Wakil Menteri Keuangan Nurkholisoh Ibnu Aman, Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto, serta perwakilan anggota dan pengamat Belt and Road Initiative Tax Administration Cooperation Mechanism (BRITACOM).

Mekanisme kerja sama BRITACOM melibatkan 38 administrasi pajak dari berbagai negara dan wilayah serta 30 pengamat yang berasal dari lembaga perpajakan dan organisasi.

DJP Dorong Kepastian Pajak bagi Dunia Usaha

Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto menekankan bahwa kolaborasi internasional semakin diperlukan seiring perubahan pola bisnis dan meningkatnya transaksi lintas batas negara.

Menurutnya, kerja sama yang terjalin melalui forum tersebut diharapkan mampu memperkuat kepastian perpajakan, mempermudah pemenuhan kewajiban wajib pajak, sekaligus menciptakan iklim yang mendukung perdagangan dan investasi.

“Melalui forum ini, kita saling belajar untuk memperbaiki pengelolaan pajak dan pelayanan kepada wajib pajak. Harapannya, wajib pajak semakin mudah memenuhi kewajibannya dan dunia usaha mendapatkan kepastian dalam menjalankan kegiatan usahanya,” ujar Bimo.

Salah satu isu yang menjadi perhatian utama dalam BRITACOF 2026 adalah pemajakan terhadap kegiatan bisnis berbasis platform serta layanan digital yang beroperasi lintas negara.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BogorIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Gelar Pajak Bertutur 2026, DJP Jabar III Tanamkan Kesadaran Pajak untuk Generasi Indonesia Emas

Gelar Pajak Bertutur 2026, DJP Jabar III Tanamkan Kesadaran Pajak untuk Generasi Indonesia Emas

SMA Budi Cendekia Islamic School, Kota Depok, Jawa Barat jadi lokasi kegiatan Pajak Bertutur Tahun 2026 yang digelar DJP Jawa Barat III.

DJP dan Polda Metro Bongkar Sindikat Meterai Ilegal, Cegah Potensi Kerugian Negara Rp1 Triliun

DJP dan Polda Metro Bongkar Sindikat Meterai Ilegal, Cegah Potensi Kerugian Negara Rp1 Triliun

Potensi kerugian negara Rp1 triliun berhasil dicegah DJP dan Polda Metro Jaya setelah membongkar sindikat materai ilegal.

DJP Jawa Barat III Catatkan Penerimaan Pajak Rp16,47 Triliun hingga Pertengahan 2026

DJP Jawa Barat III Catatkan Penerimaan Pajak Rp16,47 Triliun hingga Pertengahan 2026

Kanwil DJP Jawa Barat III menggelar Forum Konsultasi Publik di Bogor. Penerimaan pajak mencapai Rp16,47 triliun per 17 Juli 2026.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer