
RADAR BOGOR - Gaji masuk setiap bulan, kebutuhan rumah tangga terpenuhi, dan cicilan masih bisa dibayar tepat waktu.
Dari luar, kondisi keuangan tampak baik-baik saja.
Namun, pernahkah terpikir apa yang terjadi jika penghasilan tiba-tiba berhenti selama enam bulan?
Baca Juga: Bansos PKH BPNT Tahap 4 Belum Ada Status Salur, Ini yang Perlu Dicek KPM
Pertanyaan itu mungkin terdengar sederhana, tetapi jawabannya bisa membuka persoalan yang selama ini luput dari perhatian.
Sebab, memiliki penghasilan rutin tidak selalu berarti seseorang mempunyai keuangan yang kuat.
Tanpa tabungan memadai, pengelolaan utang yang sehat, dan perlindungan terhadap risiko, kehidupan yang terlihat stabil bisa berubah menjadi penuh tekanan.
Wakil Rektor III Institut Teknologi dan Bisnis Visi Nusantara (ITB Vinus) Bogor, Rizki Riyanto, menyoroti pentingnya membangun sistem keuangan sebelum keadaan mendesak seseorang untuk berubah.
"Persoalan keuangan, terutama menjelang usia 35 tahun, tidak selalu berawal dari penghasilan yang kecil," jelasnya kepada Radar Bogor, 25 Oktober 2026.
Kebiasaan belanja, cicilan yang menumpuk, hingga keputusan menunda tabungan dan investasi juga dapat memengaruhi kondisi finansial dalam jangka panjang.
Karena itu, membenahi keuangan bukan sekadar mengejar kekayaan.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




