
RADAR BOGOR - Gaji baru masuk, tetapi belum genap sebulan saldo rekening sudah menipis.
Tagihan datang silih berganti, kebutuhan keluarga harus dipenuhi, sementara keinginan menabung kembali tertunda hingga bulan berikutnya.
Siklus tersebut terus berulang, bahkan ketika penghasilan perlahan meningkat.
Bagi pekerja bergaji upah minimum regional (UMR), kondisi ini bukan sekadar persoalan menahan keinginan belanja.
Kenaikan harga kebutuhan pokok, biaya transportasi, cicilan, hingga tanggung jawab membantu keluarga dapat membuat ruang untuk menyisihkan uang semakin sempit.
Ironisnya, kenaikan gaji tidak selalu diikuti perbaikan kondisi finansial.
Ketika pendapatan bertambah, pengeluaran sering ikut meningkat.
Keinginan mengganti ponsel, membeli kendaraan yang lebih baik, atau menikmati gaya hidup yang lebih mahal perlahan menyerap tambahan penghasilan tersebut.
Akibatnya, seseorang bisa bekerja bertahun-tahun tanpa memiliki dana darurat yang memadai, apalagi investasi untuk masa depan.
Praktisi keuangan sekaligus Wakil Rektor III Institut Teknologi dan Bisnis Visi Nusantara (ITB Vinus) Bogor, Rizki Riyanto, mengangkat pentingnya perubahan pola pengelolaan uang untuk memperbaiki kondisi finansial.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




