RADAR BOGOR - Itando, brand UMKM Kota Bogor yang sudah ada sejak 2015 ini, rutin mengikuti berbagai pameran dan bazar skala nasional maupun internasional.
Beberapa tahun lalu, produk Itando dibawa ke Spanyol oleh Disperindag Kota Bogor dan ke Jepang oleh Pemprov Jawa Barat.
Selain itu, produk Itando juga sudah banyak dipasarkan di luar Kota Bogor. UMKM di bawah binaan Dekranasda Kota Bogor ini memiliki keunikan tersendiri.
Dengan memadukan bahan kulit dan kain etnik, Itando membuat produk tas yang bergaya unik namun tetap fashionable digunakan dalam setiap kegiatan.
Radar Bogor juga berkesempatan melihat rumah prduksi dan outlet Itando di Perumahan Johar Grande, Jalan Johar, Kedung Waringin, Tanah Sareal, Kota Bogor.
Di sana, para pekerja sedang membuat tas dengan terlebih dahulu membuat pola yang rapih, kemudian dibentuk dan diberi lem untuk selanjutnya dijait hingga menghasilkan produk yang berkualitas.
Owner Itando Indonesia Homemade Meita Maya mengatakan, bahan yang digunakan merupakan kulit asli dari sapi, domba ataupun kambing.
Tak hanya itu, uniknya lagi setiap seri yang dikeluarkan Itando tidak membuat duplikatnya. Artinya, setiap seri yang diluncurkan tidak akan pernah sama dengan seri berikutnya.
"Pokonya kita menyediakan dari berbagai etnik nusantara, dan kita juga ini limited edition artinya setiap corak hanya diproduksi satu kali, makanya setiap seri yang kita keluarkan itu kita beri nama," katanya.
Meita menceritakan ide usahanya muncul ketika dirinya ingin ikut memperkenalkan produk atau budaya asli Indonesia yang dibalut dalam bentuk fashion. Kemudian pada 2020 memulai produksi Itando Bag.
"Ada berbagai corak tas etnik yang kita buat, jadi Itando itu kita produksi dari berbagai bahan seperti dari kulit sapi, kambing dan domba, untuk jenisnya pun beragam," katanya.
Tas etnik yang disediakan di antaranya adalah tas seri Borneo dari Kalimantan, kemudian ada seri Sulawesi, Sumatera, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Papua dan daerah lainnya.
Ia mengaku sudah memproduksi Itando female (perempuan) dan Itando male (pria) yang materialnya full kulit asli dan segmen pasarnya lebih luas, mencakup pria dan wanita dari usia 20 - 50 tahunan.
Untuk harga, produk Itando dibanderol antara Rp500 ribu - Rp1,5 juta. Selain tas, Meita Maya juga membuat produk uuter dengan gaya etnik yang unik. (mer)
Editor : Yosep Awaludin