RADAR BOGOR - Di pesisir Laut Selatan Jawa, Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, kini mengalami transformasi signifikan berkat Program Desa Energi Berdikari (DEB) dari Pertamina.
Dengan hadirnya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), kawasan ini beralih menjadi Desa Wisata Pesisir Modern, memanfaatkan energi terbarukan untuk mendorong ekonomi, pariwisata, dan konservasi alam.
Sebelumnya, keterbatasan energi membuat aktivitas masyarakat terhambat, terutama saat malam hari.
Slamet, pengelola Kelompok Wisata Sumberoto, menyebut bahwa mereka hanya mengandalkan genset dengan biaya tinggi sehingga penerangan terbatas dan kegiatan konservasi penyu kerap terhenti.
Kini, dengan PLTS berkapasitas 6,6 kWp dan baterai 20 kWh, seluruh kegiatan ekonomi dan wisata dapat berjalan lebih optimal.
Energi matahari digunakan untuk operasional pertanian, pengolahan hasil laut, pendingin hasil tangkapan, serta penerangan dan promosi digital wisata.
Akibatnya, pantai dapat diterangi hingga malam hari, membuka peluang bagi pedagang dan pelaku usaha mikro untuk menjual produk kuliner dan olahan ikan hingga larut malam.
Pemanfaatan energi bersih juga menekan biaya listrik hingga 13,9 juta rupiah per tahun sekaligus mengurangi emisi karbon sebesar 9,06 TonCO₂ek per tahun, setara dengan penanaman 2.265 pohon.
Dampak positif lainnya, akses internet menjadi lebih stabil, memungkinkan masyarakat memasarkan produk UMK dan destinasi wisata secara digital.
Program DEB membuka peluang ekonomi baru di sektor ekowisata konservasi penyu, kuliner pesisir, dan kerajinan tangan berbahan laut, dengan potensi peningkatan pendapatan masyarakat sekitar 25-30 juta rupiah per tahun.
Muhammad Baron, Vice President Corporate Communication Pertamina, menyatakan bahwa Program Desa Energi Berdikari membuktikan energi terbarukan dapat menjadi katalis pembangunan ekonomi kerakyatan di pedesaan, sekaligus mendukung kemandirian masyarakat pesisir tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.
Saat ini, Desa Sumberoto menjadi salah satu dari 252 DEB yang dikembangkan Pertamina bekerja sama dengan masyarakat, 70 persennya berada di luar Pulau Jawa untuk mendukung pemerataan pembangunan.
Program ini langsung dirasakan oleh sekitar 1.500 penerima manfaat, menjadikan energi hijau sebagai sumber kehidupan, sekaligus semangat baru menuju desa yang mandiri, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
Pertamina menegaskan komitmennya mendukung target Net Zero Emission 2060 melalui program-program yang selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) dan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis. (*)
Editor : Siti Dewi Yanti