Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Fanlight Perluas Pasar AS Lewat Lightstick Ala K Pop di Pameran LDI Las Vegas

Yosep Awaludin • Kamis, 11 Desember 2025 | 08:40 WIB
Fanlight memperkenalkan teknologi lightstick di Pameran LDI Las Vegas.
Fanlight memperkenalkan teknologi lightstick di Pameran LDI Las Vegas.

RADAR BOGOR - Fanlight kembali tampil di Pameran LDI Las Vegas yang dibuka pada 8 Desember.

Ini menjadi tahun kedua Fanlight memperkenalkan teknologi lightstick bergaya Korea di ajang industri hiburan internasional itu.

Dikutip dari entertain.naver.com, partisipasi berkelanjutan di Pameran LDI Las Vegas ini menunjukkan keseriusan Fanlight dalam memperluas pengaruhnya di pasar global.

Di Amerika Serikat dan Eropa, belum terbentuk model bisnis khusus untuk lightstick sebagai perangkat dukungan penggemar. Fanlight melihat peluang besar dari kekosongan tersebut.

Mereka mulai membangun strategi kolaborasi dengan artis lokal untuk memperkenalkan budaya cheering khas K-Pop.

Untuk mendukung langkah ini, Fanlight membeli sebuah gedung di dekat kawasan Hollywood, Los Angeles.

Gedung tersebut akan menjadi pusat proyek “lokalisasi lightstick K-Pop” yang kini dikerjakan secara intensif.

Dengan langkah tersebut, Fanlight menargetkan ekspansi global yang lebih cepat dan terstruktur.

Di Las Vegas, Fanlight memperkenalkan produk baru yang disebut K-Cheering Stick. Produk ini menjadi simbol upaya perusahaan dalam menggabungkan teknologi dan budaya khas K-Pop ke dalam industri hiburan internasional.

Perusahaan berharap inovasi tersebut mampu menarik perhatian pelaku industri di AS. Perjalanan Fanlight berawal dari perubahan besar dalam teknologi pertunjukan K-Pop.

Peralatan dukungan penonton yang dulu hanya berupa balon dan tongkat cahaya kini berkembang menjadi perangkat pintar.

Lightstick modern telah terhubung ke ponsel dan Bluetooth sehingga bisa dikendalikan secara kolektif di arena konser.

CEO Fanlight, Choi Kyung-il, mulai memikirkan inovasi ini pada tahun 2012 setelah menyaksikan konser SHINee.

Ia membayangkan bagaimana pengalaman konser akan meningkat jika lightstick dapat dikendalikan secara nirkabel. Gagasan itu kemudian menjadi fondasi berdirinya Fanlight.

Selama lima tahun berikutnya, Choi menginvestasikan 2 miliar won untuk merealisasikan sistem kendali nirkabel tersebut.

Usahanya berbuah paten yang menjadikan teknologinya sebagai yang pertama di dunia. Inilah titik awal Fanlight memasuki industri lightstick berteknologi tinggi.

Momentum besar datang ketika Fanlight menjalin kerja sama dengan EXO dari SM Entertainment.

Melalui proyek tersebut, berbagai fitur inovatif diterapkan pada konser skala besar. Mulai dari kontrol grup lightstick, tampilan pola huruf dan simbol, hingga sinkronisasi cahaya dengan musik.

Sejak keberhasilan bersama EXO, Fanlight menjadi salah satu produsen lightstick resmi paling berpengaruh di K-Pop.

Mereka memproduksi lightstick untuk BTS, SHINee, aespa, dan Ive. Deretan klien besar tersebut turut mengangkat posisi Fanlight di pasar global.

Performa perusahaan menunjukkan pertumbuhan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Penjualannya meningkat dari 14 miliar won pada 2018 menjadi 27,5 miliar won pada tahun lalu.

Lonjakan tersebut menggambarkan tingginya permintaan terhadap lightstick berteknologi tinggi dari industri konser.

Fanlight kini mengoperasikan tiga cabang perusahaan di Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Jepang.

Jejaring internasional ini dibangun untuk memastikan produksi dan distribusi berjalan lebih efektif. Perluasan ini juga mendukung strategi untuk masuk ke pasar hiburan barat.

Teknologi kontrol nirkabel Fanlight tidak hanya dipakai dalam konser K-Pop. Artis besar seperti Cho Yong-pil hingga Blackpink juga menggunakan teknologi tersebut untuk memperkaya pertunjukan mereka. Setiap konser kini menampilkan interaksi visual yang lebih dekat antara artis dan penggemar.

Pada pertunjukan besar tahun 2025, Fanlight berencana memadukan lightstick mereka dengan media laser dan layar imersif.

Kolaborasi teknologi ini diyakini dapat menciptakan pengalaman konser yang lebih dramatis. Penonton akan melihat pertunjukan yang tidak hanya didengar, tetapi juga dirasakan melalui cahaya.

Lightstick kini bukan hanya aksesori konser, tetapi elemen penting dalam menyampaikan emosi di setiap penampilan.

Cahaya yang bergerak selaras dengan musik menghadirkan suasana yang lebih hidup. Teknologi ini turut memperkuat peran fandom dalam keseluruhan pengalaman pertunjukan.

Budaya sorak K-Pop memberikan warna baru bagi industri hiburan global. Kehadiran teknologi lightstick semakin membuka peluang bisnis di pasar internasional. Banyak pihak kini menantikan bagaimana inovasi Fanlight akan berkembang di luar Asia.

Dengan ekspansi strategis dan teknologi yang terus berkembang, Fanlight siap membawa budaya cheering khas Korea ke panggung dunia.

Perjalanan ini menjadi bukti bahwa kombinasi budaya dan teknologi dapat menciptakan tren baru di industri konser global. (Josephine/SV IPB)

Editor : Yosep Awaludin
#teknologi #pameran #Fanlight