Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Indocement Terus Dorong Kemandirian UMKM Masyarakat Desa Mitra, Omzet Mamanaa Cake and Bakery Capai Rp75 Juta Per Bulan

Alpin. • Kamis, 11 Desember 2025 | 17:03 WIB
UMKM Mamanaa Cake & Bakery milik Apriana di Desa Citeureup, Kecamatan Citeureup, yang terus berkembang berkat pembinaan dari Indocement.
UMKM Mamanaa Cake & Bakery milik Apriana di Desa Citeureup, Kecamatan Citeureup, yang terus berkembang berkat pembinaan dari Indocement.

RADAR BOGOR - Melalui program corporate social responsibility (CSR), PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. terus berupaya mendorong kemandirian usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Indocement terus mendorong kemandirian UMKM masyarakat desa mitranya melalui pendampingan serta program pelatihan keterampilan berbasis keberlanjutan.

Salah satunya program CSR Indocement yang berjalan adalah program peternakan Jangkrik BOS di desa mitra Kompleks Pabrik Citeureup, Kabupaten Bogor.

Ini merupakan program pemberdayaan masyarakat yang fokus pada budidaya jangkrik secara terstruktur mulai dari pelatihan teknis, penyediaan sarana budidaya, pendampingan berkala, hingga pemasaran.

Program ini memanfaatkan lahan reklamasi pascatambang dan ditujukan untuk menciptakan sumber pendapatan alternatif bagi masyarakat sekitar pabrik.

Salah satu peternak yang maju dan berkembang, yakni peternakan jangkrik milik Suhada di Kampung Parigi, Desa Hambalang, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor.

Peternakan jangkrik milik Suhada di Kampung Parigi, Desa Hambalang, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, terus berkembang berkat pembinaan dari Indocement.
Peternakan jangkrik milik Suhada di Kampung Parigi, Desa Hambalang, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, terus berkembang berkat pembinaan dari Indocement.

Suhada memiliki sembilan jodag atau kandang jangkrik yang bisa menampung bibit telur jangkrik sebanyak 3 Kg.

Setiap 1 Kg telur bisa menghasilkan panen sebanyak 100–150 Kg jangrik. Sehingga omzet yang didapatkan Suhada dalam setiap kali panen bisa mencapai Rp9–10 juta.

Berdasarkan perhitungan program ini memliki nilai Social Return On Investment (SROI) mencapai 2,23 atau setiap Rp1 yang diinvestasikan menghasilkan manfaat sosial sebesar Rp2,23.

Contoh lain program CSR Indocement yang berhasil dikembangkan, yakni UMKM Mamanaa Cake & Bakery milik Apriana di Desa Citeureup, Kecamatan Citeureup.

Usaha toko kue dan roti ini telah dirintis mulai dari 2017 dan bisa memberdayakan masyarakat setempat.

Baca Juga: Update 11 Desember 2025, Pencairan Bansos PKH dan BPNT Rp600.000 dan Persiapan BLT Kesra Gelombang II

Apriana mengaku sangat senang bisa dibantu Indocement, sehingga usaha pembuatan kue yang dijalaninya bisa bertahan hingga sekarang.

"Saya bersyukur, karena dapat bantuan pembinaan dari Indocement. Sekarang, ada 10 pekerja yang membantu saya mengembangkan usaha kue ini," ujarnya kepada wartawan, Kamis 11 Desember 2025.

Indocement sendiri melakukan pendampingan sehingga UMKM ini telah memiliki legalitas usaha, perizinan usaha serta sertifikasi produk yang lengkap.

Indocement juga membantu agar UMKM ini memiliki legalitas sesuai dengan aturan yang berlaku termasuk sertifikasi halal.

Selain itu, Indocement melakukan pendampingan sehingga usaha ini memiliki packaging yang lebih baik dan mendorong agar pengelolaan limbah produksinya lebih ramah lingkungan karena dimanfaatkan untuk pembuatan kompos.

Berkat bantuan dari Indocement, saat ini omzet Mamanaa Cake & Bakery telah mencapai Rp75.000.000 dalam satu bulan.

Begitu juga dengan usaha peternakan jangkrik yang digeluti Suhada, kini terus bertahan dan berkembang berkat bantuan dan pembinaan yang dilakukan Indocement.(**)

Editor : Alpin.
#Peternak Jangkrik #pemberdayaan umkm #Indocement