RADAR BOGOR - Harga saham Amazon.com, Inc. merosot tajam pada perdagangan terbaru setelah raksasa teknologi asal Amerika Serikat itu mengungkap rencana lonjakan belanja modal untuk mempercepat pengembangan kecerdasan buatan (AI) dan infrastruktur digital, memicu kekhawatiran pasar terhadap tekanan laba jangka pendek.
Ya, Saham Amazon.com, Inc. tercatat anjlok sekitar 9 persen setelah perusahaan yang didirikan Jeff Bezos tersebut memaparkan strategi agresif peningkatan investasi untuk menopang ekspansi teknologi AI serta jaringan pusat data globalnya.
Penurunan tersebut mencerminkan kecemasan investor bahwa lonjakan belanja modal dalam skala besar dapat menggerus margin keuntungan perusahaan dalam waktu dekat.
Amazon menyampaikan, rencana pengalokasian dana sekitar USD 200 miliar atau setara Rp 3.362 triliun sepanjang 2026.
Dana itu akan digunakan untuk membangun pusat data, memperkuat kemampuan pemrosesan AI, membeli perangkat keras, mengembangkan robotik, hingga investasi teknologi satelit orbit rendah.
Nilai tersebut jauh melampaui proyeksi analis Wall Street sebelumnya yang memperkirakan belanja berada di kisaran USD 146 miliar atau sekitar Rp2.455 triliun.
CEO Amazon Andy Jassy menegaskan bahwa ekspansi besar-besaran tersebut dilakukan untuk menjawab kebutuhan nyata pelanggan, khususnya terhadap layanan komputasi awan Amazon Web Services (AWS) dan pemanfaatan AI dalam beban kerja inti perusahaan.
”Pelanggan kami ingin AWS (Amazon Web Services) untuk beban kerja inti serta AI,” jelasnya.
Di sisi lain, analis MoffettNathanson menilai langkah tersebut tetap menyimpan risiko.
Mereka menyoroti bahwa meskipun arah peningkatan belanja tidak sepenuhnya mengejutkan, besarnya nilai investasi dinilai secara material jauh lebih tinggi dibandingkan konsensus pasar, sehingga mempersempit ruang kesalahan dalam pelaksanaan strategi perusahaan.
Kekhawatiran serupa juga datang dari analis Bank of America, yang mengingatkan potensi tekanan terhadap arus kas bebas atau free cash flow.
Menurut mereka, meski investasi tersebut penting untuk pertumbuhan jangka panjang, investor akan terus memantau seberapa cepat proyek-proyek tersebut mulai memberikan kontribusi nyata terhadap laba perusahaan. (din/dns)
Editor : Siti Dewi Yanti