RADAR BOGOR - Pasar saham Indonesia memasuki fase konsolidasi menjelang momentum Tahun Baru Imlek dan awal Ramadhan, dengan waktu perdagangan yang lebih singkat dan likuiditas yang cenderung terbatas.
Pergerakan pasar saham domestik diperkirakan akan mengalami konsolidasi seiring datangnya periode musiman seperti Tahun Baru Imlek dan awal Ramadhan.
Pada pekan ini, aktivitas perdagangan di Bursa Efek hanya berlangsung selama tiga hari, yakni 18 hingga 20 Februari 2026, sehingga mendorong pelaku pasar untuk lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan.
Head of Research KISI Sekuritas, Muhammad Wafi menilai, kondisi pasar saat ini cenderung bergerak terbatas dengan peluang penguatan di sektor tertentu.
Ia melihat momentum Imlek dan Ramadhan berpotensi memicu fenomena prefestive rally, terutama pada saham sektor ritel dan konsumsi yang biasanya terdorong oleh peningkatan daya beli masyarakat.
Di sisi lain, terbatasnya likuiditas akibat libur panjang dinilai berpotensi membuat Indeks Harga Saham Gabungan bergerak dalam rentang sempit atau sideways.
Selain itu, kondisi ini juga meningkatkan potensi aksi ambil untung oleh investor.
Level support IHSG diperkirakan berada di kisaran 7.950, sementara resistance di level 8.500.
Sebelumnya, kinerja pasar modal Indonesia mencatat hasil positif.
Dalam periode 9 hingga 13 Februari 2026, IHSG mengalami kenaikan sebesar 3,49 persen menjadi 8.212,271 dari posisi sebelumnya di 7.935,260.
Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia, Kautsar Primadi Nurahmad menyampaikan, sebagian besar indikator perdagangan menunjukkan tren positif.
Volume transaksi harian meningkat 4,73 persen menjadi 45,24 miliar lembar saham, sementara kapitalisasi pasar naik 3,83 persen menjadi Rp14.889 triliun.
Meski demikian, rata-rata nilai transaksi harian justru mengalami penurunan sebesar 6,27 persen menjadi Rp23,2 triliun.
Investor asing juga masih mencatatkan aksi jual bersih sebesar Rp2,03 triliun pada akhir pekan, dengan total net sell sepanjang tahun 2026 mencapai Rp16,49 triliun.
Secara keseluruhan, IHSG saat ini berada dalam fase uji konsolidasi setelah mengalami penguatan signifikan sebelumnya.
Momentum musiman seperti Imlek dan Ramadan dinilai dapat menjadi katalis, namun kehati-hatian dan selektivitas tetap menjadi faktor utama bagi investor di tengah kondisi likuiditas yang terbatas.
Editor : Siti Dewi Yanti