RADAR BOGOR- Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah atau Satgas P2SP kembali menggelar rapat koordinasi atas aduan pada kanal debottlenecking di kantor Kementerian Keuangan.
Satgas P2SP kembali menggelar rapat koordinasi atas aduan pada kanal debottlenecking di kantor @kemenkeuri, tulis akun Instagram @kemenkeuri.
Rapat Satgas P2SP tersebut menjadi bagian dari upaya percepatan penyelesaian hambatan berbagai program strategis nasional.
Dipimpin langsung oleh Menkeu Purbaya, rapat kali ini merupakan upaya penyelesaian hambatan atas Proyek Strategis Nasional Onshore LNG Abadi Masela dengan dihadiri para pihak dan kementerian/lembaga terkait, lanjut @kemenkeuri.
Proyek Pengembangan Lapangan Abadi Wilayah Kerja (WK) Masela merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) penting yang dibangun untuk mendukung ketahanan energi nasional.
Proyek ini dinilai memiliki peran besar dalam menjaga pasokan energi jangka panjang Indonesia.
Dalam rapat tersebut, berbagai hambatan yang menghambat percepatan proyek dibahas secara komprehensif.
Koordinasi lintas kementerian/lembaga dilakukan untuk memastikan setiap kendala dapat diidentifikasi dan ditangani secara tepat.
Menkeu Purbaya menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen menjaga iklim investasi tetap kondusif serta memastikan proyek strategis berjalan sesuai rencana. Upaya debottlenecking menjadi langkah konkret untuk mempercepat realisasi proyek.
Pemerintah juga menekankan pentingnya sinergi antar pemangku kepentingan dalam pelaksanaan proyek berskala besar seperti LNG Abadi Masela.
Dukungan regulasi dan kebijakan fiskal diharapkan mampu memperlancar proses pembangunan.
Sebagai salah satu PSN prioritas, proyek ini diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional, termasuk penyerapan tenaga kerja dan peningkatan penerimaan negara di masa mendatang.
Dengan koordinasi yang intensif dan penyelesaian hambatan secara serius, Satgas P2SP optimistis proyek LNG Abadi Masela dapat segera direalisasikan demi memperkuat ketahanan energi nasional. (Mirta/Vokasi IPB)
Editor : Yosep Awaludin