Kenaikan ini terlihat pada produk UBS maupun Galeri24 yang sama-sama menunjukkan tren positif dibandingkan hari sebelumnya.
Berdasarkan data dari laman resmi Sahabat Pegadaian di Jakarta pada pukul 07.44 WIB, harga emas UBS tercatat mencapai Rp3.167.000 per gram, sementara emas Galeri24 berada di level Rp3.130.000 per gram.
Angka tersebut menunjukkan kenaikan dibandingkan harga sehari sebelumnya.
Pada perdagangan sebelumnya, emas UBS dibanderol Rp3.123.000 per gram, sedangkan Galeri24 berada di harga Rp3.092.000 per gram.
Kenaikan harga ini menegaskan tren positif logam mulia dalam beberapa waktu terakhir.
Meski demikian, harga emas di Pegadaian bersifat fluktuatif dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar global.
Untuk pilihan produk, emas Galeri24 tersedia dalam berbagai ukuran mulai dari 0,5 gram hingga 1 kilogram.
Sementara itu, emas UBS dipasarkan dalam rentang ukuran 0,5 gram hingga 500 gram.
Secara rinci, harga emas Galeri24 dimulai dari Rp1.642.000 untuk ukuran 0,5 gram.
Untuk 1 gram dibanderol Rp3.130.000, lalu 2 gram sebesar Rp6.184.000, dan 5 gram mencapai Rp15.347.000.
Untuk ukuran lebih besar, 10 gram dijual Rp30.613.000, 25 gram Rp76.120.000, 50 gram Rp152.121.000, hingga 100 gram sebesar Rp304.090.000.
Sementara itu, ukuran 250 gram mencapai Rp758.359.000, 500 gram Rp1.516.717.000, dan 1 kilogram menyentuh Rp3.033.433.000.
Di sisi lain, emas UBS untuk ukuran 0,5 gram dijual Rp1.712.000.
Untuk 1 gram mencapai Rp3.167.000, 2 gram Rp6.285.000, dan 5 gram Rp15.530.000.
Selanjutnya, ukuran 10 gram dibanderol Rp30.897.000, 25 gram Rp77.090.000, 50 gram Rp153.863.000, dan 100 gram sebesar Rp307.605.000.
Untuk ukuran besar, 250 gram mencapai Rp768.785.000 dan 500 gram sebesar Rp1.535.766.000.
Sementara itu, harga emas Antam hari ini di laman Logam Mulia biasanya diperbarui setelah pukul 08.30 WIB, sehingga investor masih menunggu pembaruan harga resmi untuk produk tersebut.
Kenaikan harga emas ini menjadi perhatian para investor, terutama sebagai instrumen lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim