Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Mudik Lebaran 2026 Jadi Ujian Energi Nasional, Aspebindo Ingatkan Risiko Lonjakan BBM dan LPG

Siti Dewi Yanti • Senin, 16 Maret 2026 | 02:05 WIB

Ketua Umum Aspebindo, Anggawira.
Ketua Umum Aspebindo, Anggawira.

RADAR BOGOR - Menjelang arus mudik Lebaran, kesiapan pemerintah dalam menjaga kelancaran distribusi energi nasional kembali menjadi sorotan.

Asosiasi Pemasok Energi dan Batubara Indonesia (Aspebindo) menilai, infrastruktur distribusi memiliki peran penting untuk memastikan pasokan energi tetap stabil di tengah meningkatnya permintaan masyarakat.

Ketua Umum Aspebindo, Anggawira menyampaikan, lonjakan kebutuhan energi saat periode mudik merupakan fenomena yang terjadi setiap tahun.

Menurut Anggawira, peningkatan konsumsi biasanya terjadi pada berbagai sektor energi seperti bahan bakar minyak (BBM), LPG, hingga listrik.

Ia menjelaskan, pemerintah perlu memperkuat kerja sama lintas sektor untuk memastikan sistem distribusi energi nasional dapat berjalan dengan optimal selama periode Lebaran.

Selain itu, Anggawira juga menyoroti kondisi geopolitik global yang dinilai berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan energi.

Oleh karena itu, koordinasi antara pemerintah dan para pelaku industri energi dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga ketahanan energi nasional.

Menurutnya, momentum Idul Fitri tahun ini dapat menjadi ujian penting bagi ketahanan sistem energi di Indonesia.

Dalam kondisi tersebut, sektor swasta dianggap memiliki peran strategis dalam memperkuat ekosistem distribusi serta pembangunan infrastruktur energi di berbagai daerah.

Anggawira meyakini bahwa kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan pelaku usaha akan membantu memastikan layanan energi tetap tersedia bagi masyarakat, terutama saat permintaan meningkat drastis selama masa mudik.

Sementara itu, praktisi energi dan infrastruktur Tommy Jamail menilai sistem infrastruktur energi nasional perlu terus mengalami transformasi agar lebih tangguh menghadapi berbagai tantangan.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan sistem energi yang lebih adaptif dan memiliki ketahanan tinggi.

Sistem tersebut tidak hanya harus mampu memenuhi kebutuhan energi saat ini, tetapi juga siap menghadapi perubahan kondisi global, termasuk fluktuasi harga energi serta potensi gangguan pada rantai pasok energi dunia.

Dengan kesiapan infrastruktur yang lebih kuat dan kerja sama lintas sektor yang solid, sistem energi nasional diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan selama periode mudik Lebaran dan menghadapi dinamika global yang terus berubah. (agf/gal)

Editor : Siti Dewi Yanti
#lpg #bbm #Aspebindo #anggawira