RADAR BOGOR – Aplikasi pembuat video berbasis kecerdasan buatan, Sora, resmi diumumkan akan dihentikan operasionalnya oleh OpenAl. Keputusan ini disampaikan langsung melalui pernyataan resmi tim Sora di media sosial.
Dalam unggahan akun Instagram @soraofficialapp, Tim Sora menyampaikan ucapan terima kasih kepada para pengguna yang telah berkontribusi dalam membangun komunitas kreatif di platform tersebut.
"We're saying goodbye to the Sora app. To everyone who created with Sora, shared it, and built community around it: thank you," tulis tim Sora dalam pernyataannya.
Pihak pengembang juga memastikan akan segera membagikan informasi lanjutan terkait timeline penutupan layanan, termasuk panduan bagi pengguna untuk menyimpan serta mengamankan karya video mereka.
Sementara itu, dalam pernyataan resmi lainnya yang dikutip dari akun @soraofficial, keputusan penghentian ini diambil setelah melalui pertimbangan internal terkait arah riset dan prioritas pengembangan teknologi ke depan.
"After careful internal discussion about our broader research priorities, we've made the difficult decision to discontinue Sora," tulis pernyataan tersebut.
Meski demikian, OpenAl tidak mengungkapkan secara rinci alasan utama di balik penutupan layanan ini.
Namun, dikutip dari Instagram @volix.media, muncul sejumlah spekulasi dari warganet yang menyebut bahwa perusahaan kemungkinan akan lebih fokus pada pengembangan Al di sektor yang lebih luas dan berdampak langsung, seperti bidang medis dan implementasi dunia nyata lainnya.
Penutupan Sora juga memunculkan berbagai spekulasi lanjutan, termasuk kemungkinan penghentian fitur video Al di platform lain milik OpenAl, seperti ChatGPT. Meski demikian, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi terkait hal tersebut.
Sebagai langkah transisi, tim Sora menyatakan tengah menyiapkan sistem yang memungkinkan pengguna untuk mengekspor dan menyimpan karya mereka sebelum layanan benar-benar dihentikan.
Keputusan ini tentu menjadi kabar mengejutkan bagi para kreator yang selama ini aktif menggunakan Sora sebagai sarana eksplorasi konten berbasis Al.
Meski berumur singkat sejak diluncurkan pada September 2025, platform ini dinilai berhasil menghadirkan inovasi baru dalam dunia pembuatan video digital.
Dengan penutupan ini, perhatian publik kini tertuju pada langkah selanjutnya dari OpenAl dalam mengembangkan teknologi kecerdasan buatan di masa mendatang. (Fadhil/Polimedia)
Editor : Yosep Awaludin