RADAR BOGOR - Korea Indonesia Film Festival (KIFF) 2025 resmi dimulai, bertujuan untuk menghadirkan kembali festival film yang luar biasa yang akan menggabungkan film-film terbaik dari Korea dan Indonesia.
Ajang KIFF 2025 diharapkan dapat memperkuat hubungan budaya antara Indonesia dan Korea Selatan dengan tema yang menginspirasi.
Dikutip dari Instagram @kincirdotcom, film-film tersebut nantinya akan ditayangkan di tiga lokasi di Indonesia, CGV Grand Indonesia Jakarta, CGV Pakuwon Mall Jogja, dan CGV Malang City Point.
Lokasi tersebut dipilih untuk memastikan penonton mempunyai pengalaman menonton film yang lebih inklusif dan menyenangkan.
Para pecinta film di seluruh dunia sangat antusias menyambut kembali KIFF 2025 setelah edisi sebelumnya yang sukses.
Para kritikus dan penonton menghargai upaya ini untuk mendorong film independen dan mainstream yang jarang mendapat perhatian di layar lebar. Hal ini juga menjadi momentum untuk membantu pertumbuhan industri film lokal.
Untuk gelaran tahun ini, penunjukan Ringgo Agus Rahman sebagai Brand Ambassador merupakan acara yang sangat penting.
Penonton akan menerima energi positif dan pesan inspiratif dari aktor yang terkenal dengan perannya sebagai Dedi dalam film "Panggil Aku Ayah", yang merupakan adaptasi dari film Korea "Pawn".
Festival ini akan dimulai pada tanggal 30 Oktober hingga 2 November 2025. Acara ini tidak hanya berfokus pada menonton film, tetapi juga melibatkan diskusi dan sesi tanya jawab dengan para pembuat film, membuatnya lebih interaktif.
Tiket KIFF 2025 dijual seharga Rp 15.000 per tiket, dan dapat dibeli sejak sekarang melalui platform resmi CGV.
Setiap film memiliki cerita yang mengharukan dan memiliki pesan yang mendalam. Kualitas produksi dan efeknya terhadap penonton menentukan pemilihan film-film ini, yang menunjukkan kemajuan industri film Indonesia.
Berikut adalah daftar film Indonesia terbaik yang akan diputar di KIFF 2025:
1. Jumbo
Sebuah animasi Indonesia karya Ryan Adriandhy yang berdurasi 102 menit dengan rating untuk semua usia.
Dalam cerita ini, Don, seorang anak yang berbadan gemuk sering diejek sebagai "Jumbo", ingin membalas tindakan anak-anak yang suka merundungnya.
Namun, takdir berubah ketika arwah bernama Meri meminta bantuan untuk menyatukan kembali makam keluarganya yang hancur.
Dalam "Jumbo", Don (diperankan oleh Pangeran Poetiray) belajar tentang empati dan keberanian melalui petualangannya bersama Meri (Quinn Salman).
Film animasi yang mendalam tentang persahabatan dan pengampunan ini bagus untuk ditonton bersama keluarga.
Dengan tampilan yang menarik, "Jumbo" adalah pilihan yang tepat untuk memberi inspirasi dan menghibur penonton muda.
2. Panggil Aku Ayah
Selanjutnya, film drama "Panggil Aku Ayah" karya Benni Setiawan, yang berdurasi 120 menit dengan rating 13+.
Film ini menceritakan tentang Intan kecil (Myesha Lin) yang dijadikan jaminan utang oleh ibunya, yang terpaksa bekerja sebagai buruh paksa, dan meninggalkannya.
Hidupnya berubah total ketika dia bertemu dengan Dedi, yang diperankan oleh Ringgo Agus Rahman, seorang penagih hutang, dan Tatang, yang diperankan oleh Boris Bokir, yang membentuk sebuah "keluarga" yang tidak biasa.
Tema keluarga, pengorbanan, dan harapan di tengah tantangan hidup diangkat dalam “Panggil Aku Ayah”.
Film ini diharapkan dapat menarik perhatian penonton di KIFF 2025 berkat akting yang luar biasa dari para pemainnya.
3. SORE: Istri dari Masa Depan
Drama karya Yandy Laurens yang berdurasi 119 menit dengan rating 13+. Fokus cerita adalah Sore (Sheila Dara) yang mencoba mengubah gaya hidup dan kebiasaan Jonathan (Dion Wiyoko) sebelum waktunya habis.
Namun, sesuatu yang tak terduga terjadi saat ia mengungkap rahasia masa depan. Tema seperti cinta, takdir, dan perubahan hidup dibahas dalam "Sore: Istri dari Masa Depan".
Penonton diminta untuk mempertimbangkan betapa pentingnya komunikasi dalam hubungan. Karya Yandy Laurens ini, dengan plot yang menarik, menjadi salah satu ciri khas festival.
4. 1 Kakak 7 Ponakan
Berikutnya, drama yang juga ditulis oleh Yandy Laurens yang berdurasi 131 menit dengan rating semua usia.
Hendarmoko, yang diperankan oleh Chicco Kurniawan, adalah seorang arsitek muda yang tiba-tiba menjadi orang tua tunggal bagi keponakan-keponakannya setelah saudara perempuan dan iparnya meninggal dunia secara tidak terduga.
1 Kakak 7 Ponakan adalah kisah tentang tanggung jawab keluarga dan kemajuan pribadi. Film ini cocok untuk semua usia karena menggabungkan humor dan emosi.
Perjalanan Hendarmoko dalam mengasuh tujuh anak akan menghibur dan menginspirasi penonton.
5. Qodrat 2
Terakhir, film horor 'Qodrat 2' karya Charles Gozali, yang berdurasi 115 menit dan menerima rating 13+.
Baca Juga: Menkeu Pamer Topi Baru, Apa Itu? Purbaya: Supaya Bisa Kaya Bareng-bareng
Qodrat (Vino G. Bastian) berusaha menyelamatkan Azizah (Acha Septriasa) dari bahaya iblis, yang menyebabkan serangan kerasukan yang melibatkan banyak orang.
Iblis bersiap untuk memasukkan Qodrat ke dalam perangkap mereka. Dengan elemen horor yang mencekam, "Qodrat 2" menampilkan ketegangan tinggi.
Film ini mengeksplorasi tema kepercayaan dan kekuatan spiritual, melanjutkan kisah dari seri sebelumnya. Dengan efek visual yang luar biasa, film ini siap membuat penonton bergidik di KIFF 2025.
Secara keseluruhan, film-film Indonesia ini akan memberikan pengalaman sinematik yang tak terlupakan di KIFF 2025.
Jangan lewatkan kesempatan untuk melihat karya-karya terbaik tahun ini. Bergabunglah dengan perayaan budaya film yang luar biasa ini dengan membeli tiket sekarang. (Mutia/BSI)
Editor : Yosep Awaludin